Jumat, 24 Agustus 2012

Last Night in London (Part 4)


Last Night in London (Part 4)
Cast:    - Liliyana Natsir
            - Lee Yong Dae
             - Ha Jung Eun
             - Hendra Setiawan
             - Others
Rating: PG 15
Genre: Romance (?)
Author: SFN

Sebelumnya ada beberapa hal yang mau author sampaikan:
1.      Author ulang lagi.. karena ini cerita fiksi, jadi tokohnya ada yg sesuai sama realnya ada jg yg ngga.. soalnya masih banyak yg ngomenin soal itu.
2.      Mengenai bahasa. Dae-Yana pake Indonesia formal. Yana-kawan” Indonesia informal. Jung-Hendra& Yana inggris.
3.      Mungkin nanti muncul pasangan” baru (?) belum tau juga sih~

Oke Happy Reading all~~
Flashbak End
Liliyana POV
Hmm.. Huaahhhmm.. Di mana ini? Apa aku tertidur. Yong Dae? Ah aku baru ingat, sepertinya kami tertidur di sini. Jam berapa ini? Huaahhmm.. apa?! Jam 00.30?! aku harus cepat kembali ke kamar. Oh iya, Yong Dae.

Author POV
Liliyana terbangun dari tidur nyenyaknya di bahu Yong Dae dengan lagu yang masih berputar dari headset yang masih terpasang di telinga mereka. ia baru menyadari bahwa sudah lewat tengah malam.
“Yong Dae! Yong Dae bangunlah” Liliyana menepuk-nepuk pipi Yong Dae pelan.
“Nghh..” Yong Dae menggeliat kecil, tapi ia belum bangun
“Astaga bisa-bisanya ia tertidur sangat pulas di tempat seperti ini… Yong Dae Yong Dae” “Yong Dae-a ayo bangun… cepatlah” Liliyana masih mencoba membangunkan LYD
“Hmm.. Ne? Hah? Apakah aku tertidur?”
“Haaaaa… Syukurlah akhirnya kau bangun juga. Ayo cepat kita harus kembali ke kamar masing-masing sebelum mereka mencari kita”
“Ah iya kau benar Ayo.. huaahhmm..” LYD masih terlihat mengantuk. Ia menggenggam tangan Liliyana dan mereka pergi menuju lift.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Mereka sudah tiba di lantai 10, Tempat Liliyana dan temen-temannya menginap.
“Yong Dae-a sampai sini saja.”
“Baiklah” Yong Dae setengah hati mengatakannya. Ia menarik Liliyana ke dalam pelukannya “selamat tidur chagi, mimpi yang indah.” Liliyana membalas pelukannya. Mereka berpelukkan cukup lama.
“Chagi.. ayo lepaskan aku mau tidur” ucap Liliyana disela-sela pelukan. “Tidak mau..” LYD malah mempererat pelukannya.
“Ayolah chagi~ cepat lepaskan. Aku mau tidur.” Liliyana masih membujuk Yong Dae “Lagian nanti kalau ada yang liat bagaimana?”
“Tidak akan~ mereka semua pasti sudah tidur Yana-ya~” Manja Yong Dae

“Kan masih ada hari esok Yong Dae-a. Ayo cepat lepaskan aku.”
“Mmm baiklah baik… Asal kau janji besok kita akan bertemu lagi.” Yong Dae mengatakannya tepat di bahu Yana sembari memegang kedua bahunya.
“Kalau aku tidak sibuk… Baiklah”
Yong Dae mendekatkan wajahnya ke wajah Liliyana. 5 cm.. 3 cm.. 1 cm.. Cup.. Yong Dae mencium kening Liliyana, cukup lama. Ia pun melepaskannya. Lalu memeluk Yana lagi. Liliyana cukup syok atas perlakuan Yong Dae yang tiba-tiba meskipun ia adalah kekasihnya. Yong Dae pun menaiki lift kembali karena kamarnya berada di lantai 7.
“K..Kau hati-hati. Tidur yang nyenyak” Liliyana masih sedikit syok.
“Dadah Chagi~ Mmmuah..”
“Ada-ada saja” Batin Yana sembari kembali ke kamarnya sambil senyum-senyum sendiri.




“Ci Yana! Ayo bangun~”
“Emm.. masih ngantuk ah!”
“Cepetan bangun Ci~” Greys menggoyang-goyangkan tubuh teman sekamarnya itu
“Masih ngantuk Greys~”
“Kita-kita mau jalan-jalan nih… Mau ikut ga?”
“Hah?! Jalan-jalan? Ke mana? Ko baru ngasih tau sih? Belum mandi lagi nih” ucap Butet seraya meninggalkan kasur untuk mandi.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
“Mau kemana sih? Padahal gue masih ngantuk nih. Kalo bukan karena jalan-jalan mah gue mendingan tidur sampe siang”
“Yah elu Ci, pacaran mulu sih lo sama si Yong Dae” ledek Greys
“Hah?! Lu semaleman pacaran sama si bocah Korea itu?! Pantesan semalem gue cariin ga ketemu-ketemu” Timbal Meiliana.
“Apaan sih kalian. Udah ah! Namanya juga jarang ketemu. Sekalinya ketemu pasti bawaannya pengen mesra-mesraan melulu. Iya kan Ci?” Bela Firda.
“Nah tuh.. Bener kata si Firda. Kalian mah iri aja sih. Lagian kalo ga tau masalahnya jangan so’ tau” Liliyana mengerucutkan bibirnya.
“Udah-udah. Gini Ci, sekarang kita mau ke Oxford Street. Mau Shopping~” sela Greys.
“Iya hari ini waktunya kita Shopping~”,”Sekalian melepas penat tet”  Tambah Meiliana.
“Yaudah gue ikut kalian-kalian aja”

Another Side
“Jung! Jung! Ayo cepat bangun!”
“Aku masih ngantuk”
“Bangun Jung. Kami mau pergi. Apa kau tidak apa-apa ditinggal sendiri?”
“Hana-shi aku masih mengantuk, semalam aku tidak bisa tidur. Nanti aku menyusul saja.”
“Baiklah kalau begitu. Kami pergi dulu. Kau harus menyusul kami, jangan tidak yah”
“Memangnya kalian mau kemana?”
“Oxford Street”

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Jung POV
“Tuut..Tuut.. Yeoboseyo?” Ah akhirnya..
“Hana-shi! Apakah kalian masih di Oxford Street?”
Ne, kami masih di sini, Ppaliwa
Ne, aku segera menyusul”
Apa yang harus kubawa? Sepertinya dompet dan Handphone saja cukup. Hahhh… Harusnya aku bisa berangkat bersama mereka. Tapi aku baru saja bangun jam sembilan. Semalaman aku tidak bisa tidur. Dan itu semua karena aku masih memikirkannya. Yah, peristiwa kemarin. Aku belum bisa melupakannya hingga sekarang, ditambah lagi orang yang bernama Hendra itu.

Flashback
Still Jung POV
*Percakapan dalam Bahasa Inggris*
Dia mau membawaku kemana? Apa urusannya denganku? Dan siapa dia sebenarnya? Arghhh…
“Kita sudah sampai”,”Dan kau, jangan coba-coba untuk berteriak atau..”
“Atau apa?!” Aku memotong pembicaraannya. “Sebenarnya Kau ini siapa? Apa yang mau kau lakukan di tempat ini?”
“Hei tenanglah nona. Aku ini orang baik-baik. Kenalkan, aku Hendra Setiawan. Aku seorang Wartawan dari Indonesia, tapi aku bukan paparazzi seperti yang kau bicarakan. Aku sedang meliput mengenai Olimpiade London ini. Dan tadi, di atap, aku sedang beristirahat dan kebetulan saja mereka (Yana-Dae) ada di situ. Aku membawamu kemari agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang bersangkutan dengan mereka. itu bisa menjadi skandal. Dan kau tahu kan profesiku?. Nah sekarang apa kau puas dengan jawabanku?” Jelasnya Panjang lebar
Oke semuanya sudah jelas. “Tapi tetap saja! Mengapa kau membawaku dengan cara seperti ini?! Kau tidak tahu cara memperlakukan perempuan ya?!” Gengsi, aku tetap mencoba mengeles. Tapi memang benar kan? Walaupun niatnya baik tetap saja perlakuannya tidak benar adanya.
“Kalau tidak seperti itu pasti kau sudah berteriak pada Lee Yong Dae, itu benar kan?”
Gosh! Mengapa kata-katanya selalu tepat sasaran. “T..Tapi kau bisa kan mengajakku ke bawah dengan pelan, bukan membekap sambil menarikku seperti tadi.”
“Oke.. Oke baiklah aku minta maaf atas kejadian tadi. Dan aku sarankan, apa yang kau lihat tadi jangan beritahu siapa-siapa jika kau ingin karirmu selamat, mengerti?”
“Tanpa kau beritahupun aku pasti melakukannya” batinku. “A.. Aku tidak janji, tapi aku akan berusaha”
“Gadis baik, kalau begitu aku pergi dulu” Hendra berlalu begitu saja sambil mengangkat sebelah tangannya.
Mwoya? Ya!! Nappeun Namja!

Flashback End
Liliyana POV
Kami menyusuri Oxford Street ini. Tak jarang kami singgah beberapa kali di toko-toko yang menurut kami – Bukan, mereka maksudku -  bagus dan yang pasti harganya murah. Kalau aku sama Ci Meli sih belinya gak jauh-jauh dari Topi, Jaket, Sepatu Kets, yah yang gitu-gitu aja. Kalau mereka? Semuanya dibeli -_-
“Guys, kesini dulu ya? Bentaran doang”
“Sip.. Hp on terus ya.. Biar gampang ngehubunginnya” Ci Meli was-was biar aku ga ilang di jalan.
“Sip..”
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Topi, jaket, sepatu kets udah dapet. Beli apaan lagi? Bagus-bagus sih.. Tapi sayang juga. Hei bukannya itu.. Ha Jung Eun? Iya iya itu dia. Wah kebetulan banget bisa ketemu dia. Sama Lee Yong Dae ga ya?
Duh jadi kangen Nae namjachingu. Dia ikut Ha Jung Eun ga ya?
“Jeprett.. Jepret”
Hah suara apaan tuh? Ah bukan apa-apa. Toko itu kayanya barang-banrangnya bagus, Let’s See…

Author POV
Liliyana mengunjungi toko yang ia liat. Tanpa disadari seseorang mengambil foto dirinya.
“Ndra.. Cepetan Kesini.. Dia ada di sini.. Ya ya buruan sebelum dia balik ke hotel”

Ternyata Ha Jung Eun memasuki toko yang sama dengan Liliyana karena teman-temannya pun sedang berada disitu.
Annyeong~” sapa Jung kepada semuanya.
Annyeong.. Akhirnya kau sampai. Kau lihat-lihat dulu saja. Kami belum selesai ko J” Jawab Hana
Mianhe :( Jeongmal? Wuaaaa Gomawo~ Jucap Jung sambil membungkuk.
Jung pun mencari-cari pakaian yang ia inginkan. Saat ia akan mencobanya…….

“Wah penuh.. Baiklah kutunggu di sini”
Satu pintu dari 4 ruangan yang tersedia terbuka. Dan ternyata…
“Ka..mu?”

(To Be Continued)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar