Cast: - Liliyana Natsir
- Lee Yong Dae
- Ha Jung Eun
- Hendra Setiawan
- Others
Rating: G
Genre: Romance (?)
Author: SFN
*Jejeng~~~ *
(Backsound Ceritanya) Author menyapa kembali~~ Sebelumnya Author mau
menegaskan.. Ini hanyalah cerita fiktif belaka, apabila ada kesalahan tempat
maupun bahasa, mohon dimaklumi. Tapi untuk tempat-tempat di part 5 ini asli ada
di Londonnya, tapi bukan berarti beneran dikunjungi yg realnya ya~ *ngerti
kan?*. Dan untuk masalah bahasa, author mau minta maaf sebelumnya. Di part 4
kemarin mungkin terlalu banyak bahasa koreanya.. *Maklum terlalu bnyk nonton
drama korea n baca ff ._.* untung ada admin yg ngasih catetan kaki. Karena
kemaren banyak yang ngomen, jd di part 5 ini diminimalisir penggunaan bahasa
asingnya. Ok Kepanjangan kayanya..
Happy Reading
All~
RCL Please ^^
…………………………………………………………………………………………………………
“K..Kamu?”
Jung POV
“K..Kamu?”
Lelaki ini? Apa yang ia lakukan di sini?
“Oh Kau nona?
Hei! sedang apa di sini?”
“Kurasa itu
bukan pertanyaan yang tepat, Tuan.. Siapa?”
“Hendra..”
“Ya, Tuan
Hendra. Tanpa kuberitahu pasti anda sudah tau apa yang sedang kulakukan di
sini.” Pertanyaan aneh!
“Hahaha kau
benar Nona Jung” “Yasudah, aku mau membayar baju ini. Aku duluan.” Apa?! Begitu
saja?! Buang-buang waktu saja!
“Isshh!”
Author POV
“Hahaha kau
benar Nona Jung” “Yasudah, aku mau membayar baju ini. Aku duluan.” Hendra
berlalu
begitu saja.
“Isshh!”
Brukk.. Jung memasuki ruang ganti dengan
sedikit marah.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Pintu ruang
ganti disebelah ruangan yang dimasuki Jung terbuka. Liliyana keluar dengan
membawa beberapa kaus yang ia coba tadi.
“Sepertinya ini
lumayan. Tinggal kubayar ke kasir lalu pulang. Oh iya, aku harus pulang bersama
mereka, berarti setelah bayar aku harus mencari mereka.” Liliyana pun pergi
menuju kasir.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
@Kasir
“Untung
antriannya tidak panjang. Aku membayar di saat yang tepat.” Liliyana mengantri
di baris keempat.
“Kau.. Liliyana
Natsir kan?”
Liliyana menoleh
ke sumber suara yang didengarnya, dan ternyata itu….
Hendra
POV
“Ini
kembaliannya.. Terima Kasih.” Ucap penjaga kasir yang usianya sekitar 20 tahun
itu dengan sopan.
“Terima kasih”
Aku membalasnya dengan senyuman. Aku memasukkan kembaliannya ke kantung
celanaku. Aku membaca kembali Struk belanjaanku. Aku memeriksa dan
menghitung-hitung lagi semuanya. Saat aku mau membuangnya, kepalaku tak sengaja
memandang ke arahnya. Dia.. Ternyata Dia di sini…
“Kau.. Liliyana
Natsir kan?”
Ia menoleh ke
arahku. “Iya, aku Liliyana Natsir. Maaf anda siapa? Dan sepertinya anda orang
Indonesia.” Jelas ia tidak mengenaliku, lebih tepatnya tidak mengingatku.
“Oh, Sorry
sebelumnya, Aku Hendra Setiawan. Aku wartawan dari Indonesia. Aku lagi ngeliput
Olimpiade London 2012 ini. Dan Liliyana, sebelumnya kita pernah bertemu. Apa
kau ingat?”
“Benarkah?” Ia
mencoba mengingatnya. God.. Semoga ia ingat. “Ah.. Hendra? Ia ia.. Kau pernah
datang ke Pelatnas. Waktu itu kau mewawancaraiku dan Tontowi setelah kami
menjuarai Singapure SS 2011, benar kan?” Akhirnya ia ingat.. Thanks God….
“Dan aku
mewawancaraimu lagi setelah kau menjuarai All England kemarin.” Aku
menambahkan. “Ya ya kau benar. Oh iya Hendra, apakah kau sedang berbelanja
juga?”
“Iya, tapi aku
sudah selesai” Aku menunjukkan kantung belanjaku. Ia hanya ber’oh’ ria.
Sepertinya ada kesempatan bagus di sini. “Liliyana, apakah kau ada waktu malam
ini?” “Aku mau kau menjadi salah satu narasumberku mengenai Turnamen
Bulutangkis di Olimpiade ini.”
“Mm.. sepertinya
tidak ada. Baiklah aku bersedia. Kapan? “
“Kau datang saja
ke Restauran Steik di seberang hotel.. Aku akan menunggumu di sana.” Apakah ini
mimpi? Tapi aku belum mempercayainya. Ia akan menjadi narasumberku lagi! Dan
itu hal yang sangat besar untukku! “Oh iya, ini kartu namaku, hubungi aku
kalau-kalau terjadi sesuatu. Aku pergi dulu”
“Baiklah… Sampai
ketemu nanti malam.” Ia memberikan senyuman sebelum aku pergi. Senyuman yang
manis sekali, menurutku.
Liliyana POV
Wawancara nanti
malam? Tidak masalah. Tapi ada satu masalah yang harus ku atasi dulu. Semoga ia
bisa mengerti .
“Silahkan”
penjaga kasir itu menyapaku
“Oh iya, ini”
“Ini barangnya.
Terima Kasih.”
“Terima kasih”
Author POV
Liliyana keluar
dari toko itu dengan sekantung belanjaan yang berisi beberapa kaus yang ia
beli. Ia mengirim sms kepada Greys.
‘Greys, gue udah selese nih. Lu dimana?’ Ia
menekan tombol ‘Send’. Lalu tak lama, Liliyana menerima balasannya.
‘Kita ada di Le Bistro Savoir Faire Ci.
Cepetan kesini. Kita baru mau mesen makanan. Tempatnya di 42 New Oxford Street. Ditunggu ya, Ci’
42 New Oxford
Street ya.. Mmm.. Di peta sih kayanya ya.. lumayan lah dari sini.. Oke deh..
Let’s go~
Jung POV
“Terima Kasih”
Wuaaaa.. selesai sudah. Sekarang aku sudah mendapatkan apa yang kumau. Tunggu,
teman-temanku dimana?
“Jung! Di sini!”
Ah.. ternyata mereka di sana, akupun menghampiri mereka yang berdiri di dekat
pintu keluar. “Aku sudah selesai. Mianhe..
[1] membuat kalian menunggu lama. Sekarang kita ke mana?”
“Gwenchana[2] Jung-ah.. Sekarang kita
cari makan, sudah waktunya makan siang.” Hana benar, sekarang sudah jam 12
siang dan memang perutku sudah lapar.
“Oke… Mmm..
Sebaiknya kita makan di mana?” Aku mencari-cari Restauran yang tidak jauh dari
toko di peta. “Hana-ya sepertinya tempat yang banyak restaurannya itu di
sekitar New Oxford Street. Dan sepertinya tidak dekat dari The Plaza ini.”
“Baiklah.. Tidak
apa-apa kan kawan-kawan?”
“Lagian Hana-ya,
di The Plaza ini kan ada juga restaurannya. Kenapa kita ngga makan di situ
saja?” tanyaku kepada Hana yang disertai anggukan Ji Hyun dan Yon Joo.
“Ah.. Biarlah
kita makan di tempat lain. Jangan hanya di satu tempat saja. Aku juga kan ingin
tahu tempat-tempat di Oxford Street ini. Otte
[3]?”
“Arasso [4]…” “Dan ke restauran mana kita
sekarang?” tanya Ji Hyun pada Hana
“Mmm..
Sepertinya Le Bistro Savoir Faire menarik juga. Kajja! [5]”
@
Savoir Faire
Liliyana
POV
Huaaaah… Kenyang~ memang jika
sedang lapar apapun pasti dimakan, tapi aku hanya makan Caesar Salad dan
Chicken Leg with Mushroom and Juniper Berry Sauce saja dan itu cukup membuatku
kenyang ko.. Tapi tahukah kalian? Aku tidak memesan minuman di sini, aku
memutuskan akan membelinya nanti di luar. Kenapa? Karena di sini hanya menyediakan
Wine dan Champagne saja. Alhasil tenggorokanku sedikit seret.
“Guys gue udah
selese nih. Kalian udah belom. Cepetan pulang yu, gue mau beli minum di luar.
Seret nih.”
“Udah nih, Ci.
Semuanya udah ko’. Sama lah, kita-kita juga seret. Kan ga ada yang mesen
minuman di sini. Greys bawa minum tapi udah abis.”
“Udah yuk ah,
kita pulang. Sekalian beli minum dulu.” Ajak Ci Meli.
“je vous remercie de votre visite [6]” Seorang
pelayan mengucapkannya saat kami akan keluar restauran. Ya walaupun ini di London,
tapi restauran ini merupakan restauran Perancis, jadi suasananya sangat kental
dengan sentuhan-sentuhan khas Perancis.
Saat kami
membuka pintu restauran, kami berpapasan dengan beberapa orang yang mukanya
familiar menurutku. Aku memerhatikan mereka sambil menuju keluar restauran.
Saat aku sudah di luar, aku berhenti sejenak lalu berpikir. Mmm.. Mereka.. Ya!
Mereka itu Tim Bulutangkis wanita Korea! Apa yang sedang..
“Ci! Ayo!
Bengong aja… Katanya mau nyari minum..” Kata-kata Firda memotong pikiranku.
“Iya.. Iya..
Ayo”
Jung POV
Wuaaaa.. Kami
akan makan di Restauran Perancis… Senangnya~ Ah! Itu dia Restaurannya. Kami pun
memasuki Restauran itu. Saat di pintu masuk, kami berpapasan dengan orang-orang
yang sepertinya tidak asing di benakku. Ketika aku sudah berada di dalam
restauran, aku baru menyadarinya. “Itu… Liliyana Natsir kan?” Aku menengok ke
belakang untuk memastikannya, tapi mereka sudah pergi……
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Liliyana POV
Masih Sore.. Tidur dulu ah! Nanti malem kan
mau ada wawancara. So, biar ga terlalu cape mendingan tidur dulu sekarang. Nah,
set alarm jam 7 malem deh. Oh iya! Belum sms Yong Dae.
To: My Prince
Chagi, sepertinya malam ini aku ga bisa
ketemu dulu sama kamu. Aku ada wawancara mendadak. Mianhe ya Chagi.. Aku harap
kamu ngerti..
Drrrtt..
Drrttt.. Pasti balesan dari Yong Dae.
From: My Prince
Gwenchana Yana-ya.. Masih ada besok malamJ Wawancara mendadak? Baiklah.. Hati-hati ya
Chagi. Awas ada yang menculikmu nanti… wkwk ^^v
Leganya… Untung ia tidak marah. Tapi, apa maksudnya
ini? Selalu saja becanda di saat yang tidak tepat. Lagian siapa yang mau
menculik gadis tomboy sepertiku? Akan kuhajar mereka (Ceilah Cici… wkwk). Ok..
Waktunya Tidur~
Hendra POV
Tidak ada SMS
dari Liliyana. Sepertinya ia akan datang malam ini. Really Can’t Wait For This…
Akan menjadi malam yang saaangaatt menyenangkan… Untukku. Tenanglah, aku tidak
akan sejahat itu pada Liliyana. Aku hanya ingin memanfaatkan waktuku di London
yang sebentar ini bersama orang yang kusukai…………………
(To Be Continued)
Catatan”
[1] Maaf
[2]Tidak apa-apa
[3]Bagaimana?
[4] Baiklah../ Aku mengerti
[5]Ayo!
[6]Terima Kasih atas Kunjungan Anda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar