Selasa, 02 Oktober 2012

Last Night in London (Part 5)



Cast:    - Liliyana Natsir
            - Lee Yong Dae
             - Ha Jung Eun
             - Hendra Setiawan
             - Others
Rating: G
Genre: Romance (?)
Author: SFN

*Jejeng~~~ * (Backsound Ceritanya) Author menyapa kembali~~ Sebelumnya Author mau menegaskan.. Ini hanyalah cerita fiktif belaka, apabila ada kesalahan tempat maupun bahasa, mohon dimaklumi. Tapi untuk tempat-tempat di part 5 ini asli ada di Londonnya, tapi bukan berarti beneran dikunjungi yg realnya ya~ *ngerti kan?*. Dan untuk masalah bahasa, author mau minta maaf sebelumnya. Di part 4 kemarin mungkin terlalu banyak bahasa koreanya.. *Maklum terlalu bnyk nonton drama korea n baca ff ._.* untung ada admin yg ngasih catetan kaki. Karena kemaren banyak yang ngomen, jd di part 5 ini diminimalisir penggunaan bahasa asingnya. Ok Kepanjangan kayanya..
Happy Reading All~
RCL Please ^^


…………………………………………………………………………………………………………
“K..Kamu?”

Jung POV
“K..Kamu?” Lelaki ini? Apa yang ia lakukan di sini?

“Oh Kau nona? Hei! sedang apa di sini?”

“Kurasa itu bukan pertanyaan yang tepat, Tuan.. Siapa?”

“Hendra..”

“Ya, Tuan Hendra. Tanpa kuberitahu pasti anda sudah tau apa yang sedang kulakukan di sini.” Pertanyaan aneh!

“Hahaha kau benar Nona Jung” “Yasudah, aku mau membayar baju ini. Aku duluan.” Apa?! Begitu saja?! Buang-buang waktu saja!

“Isshh!”


Author POV
“Hahaha kau benar Nona Jung” “Yasudah, aku mau membayar baju ini. Aku duluan.” Hendra berlalu
begitu saja.

“Isshh!” Brukk..  Jung memasuki ruang ganti dengan sedikit marah.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Pintu ruang ganti disebelah ruangan yang dimasuki Jung terbuka. Liliyana keluar dengan membawa beberapa kaus yang ia coba tadi.

“Sepertinya ini lumayan. Tinggal kubayar ke kasir lalu pulang. Oh iya, aku harus pulang bersama mereka, berarti setelah bayar aku harus mencari mereka.” Liliyana pun pergi menuju kasir.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

@Kasir

“Untung antriannya tidak panjang. Aku membayar di saat yang tepat.” Liliyana mengantri di baris keempat.

“Kau.. Liliyana Natsir kan?”

Liliyana menoleh ke sumber suara yang didengarnya, dan ternyata itu….

 Hendra POV

“Ini kembaliannya.. Terima Kasih.” Ucap penjaga kasir yang usianya sekitar 20 tahun itu dengan sopan.

“Terima kasih” Aku membalasnya dengan senyuman. Aku memasukkan kembaliannya ke kantung celanaku. Aku membaca kembali Struk belanjaanku. Aku memeriksa dan menghitung-hitung lagi semuanya. Saat aku mau membuangnya, kepalaku tak sengaja memandang ke arahnya. Dia.. Ternyata Dia di sini…

“Kau.. Liliyana Natsir kan?”

Ia menoleh ke arahku. “Iya, aku Liliyana Natsir. Maaf anda siapa? Dan sepertinya anda orang Indonesia.” Jelas ia tidak mengenaliku, lebih tepatnya tidak mengingatku.
“Oh, Sorry sebelumnya, Aku Hendra Setiawan. Aku wartawan dari Indonesia. Aku lagi ngeliput Olimpiade London 2012 ini. Dan Liliyana, sebelumnya kita pernah bertemu. Apa kau ingat?”

“Benarkah?” Ia mencoba mengingatnya. God.. Semoga ia ingat. “Ah.. Hendra? Ia ia.. Kau pernah datang ke Pelatnas. Waktu itu kau mewawancaraiku dan Tontowi setelah kami menjuarai Singapure SS 2011, benar kan?” Akhirnya ia ingat.. Thanks God….

“Dan aku mewawancaraimu lagi setelah kau menjuarai All England kemarin.” Aku menambahkan. “Ya ya kau benar. Oh iya Hendra, apakah kau sedang berbelanja juga?”

“Iya, tapi aku sudah selesai” Aku menunjukkan kantung belanjaku. Ia hanya ber’oh’ ria. Sepertinya ada kesempatan bagus di sini. “Liliyana, apakah kau ada waktu malam ini?” “Aku mau kau menjadi salah satu narasumberku mengenai Turnamen Bulutangkis di Olimpiade ini.”

“Mm.. sepertinya tidak ada. Baiklah aku bersedia. Kapan? “

“Kau datang saja ke Restauran Steik di seberang hotel.. Aku akan menunggumu di sana.” Apakah ini mimpi? Tapi aku belum mempercayainya. Ia akan menjadi narasumberku lagi! Dan itu hal yang sangat besar untukku! “Oh iya, ini kartu namaku, hubungi aku kalau-kalau terjadi sesuatu. Aku pergi dulu”

“Baiklah… Sampai ketemu nanti malam.” Ia memberikan senyuman sebelum aku pergi. Senyuman yang manis sekali, menurutku.


Liliyana POV

Wawancara nanti malam? Tidak masalah. Tapi ada satu masalah yang harus ku atasi dulu. Semoga ia bisa mengerti .

“Silahkan” penjaga kasir itu menyapaku

“Oh iya, ini”
“Ini barangnya. Terima Kasih.”

“Terima kasih”

Author POV

Liliyana keluar dari toko itu dengan sekantung belanjaan yang berisi beberapa kaus yang ia beli. Ia mengirim sms kepada Greys.

‘Greys, gue udah selese nih. Lu dimana?’ Ia menekan tombol ‘Send’. Lalu tak lama, Liliyana menerima balasannya.

Kita ada di Le Bistro Savoir Faire Ci. Cepetan kesini. Kita baru mau mesen makanan. Tempatnya di  42 New Oxford Street. Ditunggu ya, Ci’

42 New Oxford Street ya.. Mmm.. Di peta sih kayanya ya.. lumayan lah dari sini.. Oke deh.. Let’s go~


Jung POV
“Terima Kasih” Wuaaaa.. selesai sudah. Sekarang aku sudah mendapatkan apa yang kumau. Tunggu, teman-temanku dimana?

“Jung! Di sini!” Ah.. ternyata mereka di sana, akupun menghampiri mereka yang berdiri di dekat pintu keluar. “Aku sudah selesai. Mianhe.. [1] membuat kalian menunggu lama. Sekarang kita ke mana?”

Gwenchana[2] Jung-ah.. Sekarang kita cari makan, sudah waktunya makan siang.” Hana benar, sekarang sudah jam 12 siang dan memang perutku sudah lapar.

“Oke… Mmm.. Sebaiknya kita makan di mana?” Aku mencari-cari Restauran yang tidak jauh dari toko di peta. “Hana-ya sepertinya tempat yang banyak restaurannya itu di sekitar New Oxford Street. Dan sepertinya tidak dekat dari The Plaza ini.”
“Baiklah.. Tidak apa-apa kan kawan-kawan?”

“Lagian Hana-ya, di The Plaza ini kan ada juga restaurannya. Kenapa kita ngga makan di situ saja?” tanyaku kepada Hana yang disertai anggukan Ji Hyun dan Yon Joo.

“Ah.. Biarlah kita makan di tempat lain. Jangan hanya di satu tempat saja. Aku juga kan ingin tahu tempat-tempat di Oxford Street ini. Otte [3]?”

Arasso [4]…” “Dan ke restauran mana kita sekarang?” tanya Ji Hyun pada Hana

“Mmm.. Sepertinya Le Bistro Savoir Faire menarik juga. Kajja! [5]”

@ Savoir Faire
 Liliyana POV
Huaaaah… Kenyang~ memang jika sedang lapar apapun pasti dimakan, tapi aku hanya makan Caesar Salad dan Chicken Leg with Mushroom and Juniper Berry Sauce saja dan itu cukup membuatku kenyang ko.. Tapi tahukah kalian? Aku tidak memesan minuman di sini, aku memutuskan akan membelinya nanti di luar. Kenapa? Karena di sini hanya menyediakan Wine dan Champagne saja. Alhasil tenggorokanku sedikit seret.

“Guys gue udah selese nih. Kalian udah belom. Cepetan pulang yu, gue mau beli minum di luar. Seret nih.”

“Udah nih, Ci. Semuanya udah ko’. Sama lah, kita-kita juga seret. Kan ga ada yang mesen minuman di sini. Greys bawa minum tapi udah abis.”

“Udah yuk ah, kita pulang. Sekalian beli minum dulu.” Ajak Ci Meli.

je vous remercie de votre visite [6]” Seorang pelayan mengucapkannya saat kami akan keluar restauran. Ya walaupun ini di London, tapi restauran ini merupakan restauran Perancis, jadi suasananya sangat kental dengan sentuhan-sentuhan khas Perancis.
Saat kami membuka pintu restauran, kami berpapasan dengan beberapa orang yang mukanya familiar menurutku. Aku memerhatikan mereka sambil menuju keluar restauran. Saat aku sudah di luar, aku berhenti sejenak lalu berpikir. Mmm.. Mereka.. Ya! Mereka itu Tim Bulutangkis wanita Korea! Apa yang sedang..

“Ci! Ayo! Bengong aja… Katanya mau nyari minum..” Kata-kata Firda memotong pikiranku.

“Iya.. Iya.. Ayo”

Jung POV
Wuaaaa.. Kami akan makan di Restauran Perancis… Senangnya~ Ah! Itu dia Restaurannya. Kami pun memasuki Restauran itu. Saat di pintu masuk, kami berpapasan dengan orang-orang yang sepertinya tidak asing di benakku. Ketika aku sudah berada di dalam restauran, aku baru menyadarinya. “Itu… Liliyana Natsir kan?” Aku menengok ke belakang untuk memastikannya, tapi mereka sudah pergi……

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Liliyana POV
 Masih Sore.. Tidur dulu ah! Nanti malem kan mau ada wawancara. So, biar ga terlalu cape mendingan tidur dulu sekarang. Nah, set alarm jam 7 malem deh. Oh iya! Belum sms Yong Dae.

To: My Prince
Chagi, sepertinya malam ini aku ga bisa ketemu dulu sama kamu. Aku ada wawancara mendadak. Mianhe ya Chagi.. Aku harap kamu ngerti..

Drrrtt.. Drrttt.. Pasti balesan dari Yong Dae.

From: My Prince
Gwenchana Yana-ya.. Masih ada besok malamJ   Wawancara mendadak? Baiklah.. Hati-hati ya Chagi. Awas ada yang menculikmu nanti… wkwk ^^v
Leganya…  Untung ia tidak marah. Tapi, apa maksudnya ini? Selalu saja becanda di saat yang tidak tepat. Lagian siapa yang mau menculik gadis tomboy sepertiku? Akan kuhajar mereka (Ceilah Cici… wkwk). Ok.. Waktunya Tidur~



Hendra POV
Tidak ada SMS dari Liliyana. Sepertinya ia akan datang malam ini. Really Can’t Wait For This… Akan menjadi malam yang saaangaatt menyenangkan… Untukku. Tenanglah, aku tidak akan sejahat itu pada Liliyana. Aku hanya ingin memanfaatkan waktuku di London yang sebentar ini bersama orang yang kusukai…………………


(To Be Continued)

Catatan”
[1] Maaf
[2]Tidak apa-apa
[3]Bagaimana?
[4] Baiklah../ Aku mengerti
[5]Ayo!
[6]Terima Kasih atas Kunjungan Anda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar