Last Night in London (Part 4)
Cast: - Liliyana Natsir
- Lee Yong Dae
- Ha Jung Eun
- Hendra Setiawan
- Others
Rating: PG 15
Genre: Romance (?)
Author: SFN
Sebelumnya ada beberapa hal
yang mau author sampaikan:
1. Author
ulang lagi.. karena ini cerita fiksi, jadi tokohnya ada yg sesuai sama realnya
ada jg yg ngga.. soalnya masih banyak yg ngomenin soal itu.
2. Mengenai
bahasa. Dae-Yana pake Indonesia formal. Yana-kawan” Indonesia informal.
Jung-Hendra& Yana inggris.
3. Mungkin
nanti muncul pasangan” baru (?) belum tau juga sih~
Oke
Happy Reading all~~
Flashbak End
Liliyana POV
Hmm..
Huaahhhmm.. Di mana ini? Apa aku tertidur. Yong Dae? Ah aku baru ingat,
sepertinya kami tertidur di sini. Jam berapa ini? Huaahhmm.. apa?! Jam 00.30?!
aku harus cepat kembali ke kamar. Oh iya, Yong Dae.
Author POV
Liliyana
terbangun dari tidur nyenyaknya di bahu Yong Dae dengan lagu yang masih
berputar dari headset yang masih
terpasang di telinga mereka. ia baru menyadari bahwa sudah lewat tengah malam.
“Yong Dae! Yong
Dae bangunlah” Liliyana menepuk-nepuk pipi Yong Dae pelan.
“Nghh..” Yong
Dae menggeliat kecil, tapi ia belum bangun
“Astaga
bisa-bisanya ia tertidur sangat pulas di tempat seperti ini… Yong Dae Yong Dae”
“Yong Dae-a ayo bangun… cepatlah” Liliyana masih mencoba membangunkan LYD
“Hmm.. Ne? Hah?
Apakah aku tertidur?”
“Haaaaa…
Syukurlah akhirnya kau bangun juga. Ayo cepat kita harus kembali ke kamar
masing-masing sebelum mereka mencari kita”
“Ah iya kau
benar Ayo.. huaahhmm..” LYD masih terlihat mengantuk. Ia menggenggam tangan
Liliyana dan mereka pergi menuju lift.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Mereka sudah
tiba di lantai 10, Tempat Liliyana dan temen-temannya menginap.
“Yong Dae-a
sampai sini saja.”
“Baiklah” Yong
Dae setengah hati mengatakannya. Ia menarik Liliyana ke dalam pelukannya
“selamat tidur chagi, mimpi yang indah.” Liliyana membalas pelukannya. Mereka
berpelukkan cukup lama.
“Chagi.. ayo
lepaskan aku mau tidur” ucap Liliyana disela-sela pelukan. “Tidak mau..” LYD
malah mempererat pelukannya.
“Ayolah chagi~
cepat lepaskan. Aku mau tidur.” Liliyana masih membujuk Yong Dae “Lagian nanti
kalau ada yang liat bagaimana?”
“Tidak akan~
mereka semua pasti sudah tidur Yana-ya~” Manja Yong Dae
“Kan masih ada hari esok Yong Dae-a. Ayo cepat lepaskan aku.”
“Mmm baiklah
baik… Asal kau janji besok kita akan bertemu lagi.” Yong Dae mengatakannya
tepat di bahu Yana sembari memegang kedua bahunya.
“Kalau aku tidak
sibuk… Baiklah”
Yong Dae
mendekatkan wajahnya ke wajah Liliyana. 5 cm.. 3 cm.. 1 cm.. Cup.. Yong Dae
mencium kening Liliyana, cukup lama. Ia pun melepaskannya. Lalu memeluk Yana
lagi. Liliyana cukup syok atas perlakuan Yong Dae yang tiba-tiba meskipun ia
adalah kekasihnya. Yong Dae pun menaiki lift kembali karena kamarnya berada di
lantai 7.
“K..Kau
hati-hati. Tidur yang nyenyak” Liliyana masih sedikit syok.
“Dadah Chagi~
Mmmuah..”
“Ada-ada saja”
Batin Yana sembari kembali ke kamarnya sambil senyum-senyum sendiri.
“Ci Yana! Ayo
bangun~”
“Emm.. masih
ngantuk ah!”
“Cepetan bangun
Ci~” Greys menggoyang-goyangkan tubuh teman sekamarnya itu
“Masih ngantuk
Greys~”
“Kita-kita mau
jalan-jalan nih… Mau ikut ga?”
“Hah?!
Jalan-jalan? Ke mana? Ko baru ngasih tau sih? Belum mandi lagi nih” ucap Butet
seraya meninggalkan kasur untuk mandi.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
“Mau kemana sih?
Padahal gue masih ngantuk nih. Kalo bukan karena jalan-jalan mah gue mendingan
tidur sampe siang”
“Yah elu Ci,
pacaran mulu sih lo sama si Yong Dae” ledek Greys
“Hah?! Lu
semaleman pacaran sama si bocah Korea itu?! Pantesan semalem gue cariin ga
ketemu-ketemu” Timbal Meiliana.
“Apaan sih
kalian. Udah ah! Namanya juga jarang ketemu. Sekalinya ketemu pasti bawaannya
pengen mesra-mesraan melulu. Iya kan Ci?” Bela Firda.
“Nah tuh.. Bener
kata si Firda. Kalian mah iri aja sih. Lagian kalo ga tau masalahnya jangan so’
tau” Liliyana mengerucutkan bibirnya.
“Udah-udah. Gini
Ci, sekarang kita mau ke Oxford Street. Mau Shopping~” sela Greys.
“Iya hari ini
waktunya kita Shopping~”,”Sekalian melepas penat tet” Tambah Meiliana.
“Yaudah gue ikut
kalian-kalian aja”
Another
Side
“Jung! Jung! Ayo
cepat bangun!”
“Aku masih
ngantuk”
“Bangun Jung.
Kami mau pergi. Apa kau tidak apa-apa ditinggal sendiri?”
“Hana-shi aku
masih mengantuk, semalam aku tidak bisa tidur. Nanti aku menyusul saja.”
“Baiklah kalau
begitu. Kami pergi dulu. Kau harus menyusul kami, jangan tidak yah”
“Memangnya
kalian mau kemana?”
“Oxford Street”
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Jung POV
“Tuut..Tuut.. Yeoboseyo?” Ah akhirnya..
“Hana-shi! Apakah kalian masih di Oxford
Street?”
“Ne, kami masih di sini, Ppaliwa”
“Ne, aku segera menyusul”
Apa yang harus
kubawa? Sepertinya dompet dan Handphone saja
cukup. Hahhh… Harusnya aku bisa berangkat bersama mereka. Tapi aku baru saja
bangun jam sembilan. Semalaman aku tidak bisa tidur. Dan itu semua karena aku
masih memikirkannya. Yah, peristiwa kemarin. Aku belum bisa melupakannya hingga
sekarang, ditambah lagi orang yang bernama Hendra itu.
Flashback
Still Jung POV
*Percakapan dalam Bahasa Inggris*
Dia mau
membawaku kemana? Apa urusannya denganku? Dan siapa dia sebenarnya? Arghhh…
“Kita sudah
sampai”,”Dan kau, jangan coba-coba untuk berteriak atau..”
“Atau apa?!” Aku
memotong pembicaraannya. “Sebenarnya Kau ini siapa? Apa yang mau kau lakukan di
tempat ini?”
“Hei tenanglah
nona. Aku ini orang baik-baik. Kenalkan, aku Hendra Setiawan. Aku seorang
Wartawan dari Indonesia, tapi aku bukan paparazzi
seperti yang kau bicarakan. Aku sedang meliput mengenai Olimpiade London
ini. Dan tadi, di atap, aku sedang beristirahat dan kebetulan saja mereka
(Yana-Dae) ada di situ. Aku membawamu kemari agar tidak terjadi hal-hal yang
tidak diinginkan yang bersangkutan dengan mereka. itu bisa menjadi skandal. Dan
kau tahu kan profesiku?. Nah sekarang apa kau puas dengan jawabanku?” Jelasnya
Panjang lebar
Oke semuanya
sudah jelas. “Tapi tetap saja! Mengapa kau membawaku dengan cara seperti ini?!
Kau tidak tahu cara memperlakukan perempuan ya?!” Gengsi, aku tetap mencoba
mengeles. Tapi memang benar kan? Walaupun niatnya baik tetap saja perlakuannya
tidak benar adanya.
“Kalau tidak
seperti itu pasti kau sudah berteriak pada Lee Yong Dae, itu benar kan?”
Gosh! Mengapa
kata-katanya selalu tepat sasaran. “T..Tapi kau bisa kan mengajakku ke bawah
dengan pelan, bukan membekap sambil menarikku seperti tadi.”
“Oke.. Oke
baiklah aku minta maaf atas kejadian tadi. Dan aku sarankan, apa yang kau lihat
tadi jangan beritahu siapa-siapa jika kau ingin karirmu selamat, mengerti?”
“Tanpa kau beritahupun aku pasti
melakukannya” batinku. “A.. Aku tidak janji, tapi aku akan berusaha”
“Gadis baik,
kalau begitu aku pergi dulu” Hendra berlalu begitu saja sambil mengangkat
sebelah tangannya.
“Mwoya? Ya!! Nappeun Namja!”
Flashback End
Liliyana POV
Kami menyusuri
Oxford Street ini. Tak jarang kami singgah beberapa kali di toko-toko yang
menurut kami – Bukan, mereka maksudku -
bagus dan yang pasti harganya murah. Kalau aku sama Ci Meli sih belinya
gak jauh-jauh dari Topi, Jaket, Sepatu Kets, yah yang gitu-gitu aja. Kalau
mereka? Semuanya dibeli -_-
“Guys, kesini
dulu ya? Bentaran doang”
“Sip.. Hp on
terus ya.. Biar gampang ngehubunginnya” Ci Meli was-was biar aku ga ilang di
jalan.
“Sip..”
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Topi, jaket,
sepatu kets udah dapet. Beli apaan lagi? Bagus-bagus sih.. Tapi sayang juga.
Hei bukannya itu.. Ha Jung Eun? Iya iya itu dia. Wah kebetulan banget bisa
ketemu dia. Sama Lee Yong Dae ga ya?
Duh jadi kangen Nae namjachingu. Dia ikut Ha Jung Eun ga
ya?
“Jeprett..
Jepret”
Hah suara apaan
tuh? Ah bukan apa-apa. Toko itu kayanya barang-banrangnya bagus, Let’s See…
Author POV
Liliyana
mengunjungi toko yang ia liat. Tanpa disadari seseorang mengambil foto dirinya.
“Ndra.. Cepetan
Kesini.. Dia ada di sini.. Ya ya buruan sebelum dia balik ke hotel”
Ternyata Ha Jung
Eun memasuki toko yang sama dengan Liliyana karena teman-temannya pun sedang
berada disitu.
“Annyeong~” sapa Jung kepada semuanya.
“Annyeong.. Akhirnya kau sampai. Kau
lihat-lihat dulu saja. Kami belum selesai ko J”
Jawab Hana
“Mianhe :( Jeongmal? Wuaaaa Gomawo~ J “ ucap Jung sambil
membungkuk.
Jung pun
mencari-cari pakaian yang ia inginkan. Saat ia akan mencobanya…….
“Wah penuh..
Baiklah kutunggu di sini”
Satu pintu dari
4 ruangan yang tersedia terbuka. Dan ternyata…
“Ka..mu?”
(To Be
Continued)