Jumat, 14 Maret 2014

Keindahan

Roda berputar menyusuri jalan

Derap langkah di atas tanah dingin

Hembus angin melewati raga

Bukan maksud pada awalnya

Tapi hati tidak bisa mengelak

Bermaksud mengabaikan

Tapi apa daya

Apa ini?


Ada yang menyergap hatiku

Tidak ada hal luar biasa yang terjadi

Hanya lewat dan tak luput dari pandanganku

Kau mengenakan kemeja yang membuat dirimu terlihat mempesona

Ah.. Bahkan hal itu hadir di pikiranku


Kau..

Kau yang membuat pikiran dan hatiku tak sejalan

Kau yang membuat aku diam seribu kata justru saat kau mengajakku bicara

Kau, tingkah kecil yang kau perbuat terhadapku bahkan membuatku tidak bisa lupa terhadap sosokmu

Astaghfirullah..

Aku tidak ingin memikirkannya lebih dari aku memikirkanMu

Subhanallah..

Tapi melalui sosoknya ku lebih bersyukur  karena Engkau memberikan rasa yang indah ini kepada setiap makhlukMu

Dan aku semakin menyadari bahwa Engkau Maha Pencipta  Maha Kuasa

Yang dapat menciptakan makhluk yang indah

Seperti dirinya..


Kamis, 13 Maret 2014

If I Were You

Cast: Lee Yereum, Kris, Chanyeol, other EXO member
Genre: sad, romance

I don’t wanna let you go, I don’t wanna let you go 
Sewolee jinado byeonhaji anhneun mam
Ajikdo neon nae yeoja nae sarangiran geol beoriji mothaneun nareul
Niga bondamyeon eolmana ooseu ulkka 


I don’t wanna let you go, I don’t wanna let you go 
Ajik gipeun gose byeonhaji anhneun mam
Dareun sarami yeojaga dwibeorin naega ireon maeumeul jatgo itneun geol 
Andamyeon eolmana ooseu ulkka MY LOVE 
Rain ft Lim Jong Hee - Cassiopeia


“Mengapa kau harus mengajakku ke sini? Kau bisa mengajak yang lain kan?”
“Ayolah hyung. Lagipula kau satu-satunya yang kutemukan dalam keadaan memungkinkan untuk diajak ke tempat ini di dorm.”
“Aishh!! Mengapa aku tidak bisa terpisah darimu sehari saja.. “
“Ya Hyung! Eodiga?! Semua barang ini aku yang bawa? Jinja..”


Jam berapa ini? Mengapa mata pelajaran ini lama sekali? Aku tidak boleh telat datang ke sana. Aku tidak ingin membuat Oppa menungguku.
“Yereum-ah! Apa kau tidak mendengarkan?”
“Ah, ne.. Seonsaengnim.. Jeosonghamnida..”

Sebenarnya aku tidak merasa dirugikan karena diajak Chanyeol ke kampung halamannya di Busan. Pemandangan di sini indah sekali untuk melepas penat di kepala. Untuk saat ini, aku akan menjadi Wu Yifan.. Aku ingin terlepas dari jadwal EXO yang sangat padat..
Tapi ada satu hal yang membuatku sadar bahwa semestinya aku harus berpikir dua kali jika diajak olehnya..
“Kris Hyung! Lihatlah! Indah sekali bukan? Huwaaaaa… Yeppeuda! Bahkan setelah dua tahun pemandangannya tetap sama..”
“Hyung buka jendelamu dan rasakan udara segar Busan~ Wohoo”
“Hyung..”
“Shikkeuro..”
“A-ah.. aku kan hanya terlalu gembira karena pada akhirnya bisa kembali ke Busan”
“Tapi tidak harus seribut itu kan? Jangan seperti anak kecil.”
Berada di samping Chanyeol membuat penat di kepalaku bertambah.. bahkan dia tidak bisa membiarkan aku tidur walaupun hanya lima menit saja.
“Sampai! Kris Hyung kita sudah sampai..”
“Baiklah segera keluar dari mobil dan bawa barang-barangku. Karena perbuatanmu aku tidak bisa tidur selama diperjalanan tadi..”
“Y-ya hyung..” Brakk!
“Aku lagi yang membawa semua barang ini? Memangnya aku berbuat apa tadi? Hyung Miwoyo.. ck”


Pukul 2.30 tepat. 30 menit lagi selesai dan aku segera pergi ke taman hiburan. Semoga aku tidak telat. Aku harus berpakaian yang rapi dan cantik agar Oppa terkesima saat melihatku..
“Yereum-ah.. mengapa kau tersenyum seperti itu? Kau membuatku merinding..”
“Ya! Keure, Ye jin-ah.. hari ini kau sedang tidak sibuk kan?”
“Wae? Kau ingin aku menggantikan piketmu lagi?”
“Ah.. ne..”
“Baiklah.. memangnya kau mau ke mana?”
“Ke taman hiburan..”
“Lagi?!  Yereum-ah tidakkah kau bisa menerima kenyataan bahwa…”
“Gomawoyo Ye Jin-an… sampai ketemu besok.. Annyeong..”
“Ya Lee Yereum!”
Kringgg
“Anak itu.. aku mulai khawatir dengannya..”

Jam 3.00 tepat. Hmm.. untung aku tidak telat. Hari ini aku memakai dress berwarna peach selutut tanpa lengan dengan heels warna senada. Aku pun memakai bandana yang diberikan Oppa saat kami pertama kali datang ke taman ini. Jantungku selalu berdebar saat aku menunggu Oppa di sini, di bangku taman hiburan yang letaknya merupakan letak favorit kami. Di bawah pohon maple dan tepat di depan toko kesukaanku, toko teddy bear. Aku senang melihat teddy bear teddy bear lucu dari toko tersebut. Hampir setiap minggunya mereka memiliki koleksi terbaru. Dan aku selalu berharap bahwa salah satu dari mereka akan kumiliki melalui pemberian dari Oppa.
“Oppa.. eodiga? Kau lama sekali..tch”
Baiklah aku mulai bosan. Sebaiknya aku berkeliling sambil menunggu oppa datang. Banyak hal menarik di sini. Andai Oppa bersamaku, pasti kami akan bersenang-senang..
“Noona..”
“Y-ye? Kau memanggilku?”
“Ne! Noona cantik maukah kau menemaniku? Aku punya dua permen, apakah Noona mau?”
Neomu Kyoepta… aku tidak tega menolak permintaannya. Tapi, di mana ibunya? Mengapa ia sendirian?
“Baiklah Noona akan menemanimu.”
“Gamsahamnida Noona~ Ini kuberi permen ini sebagai hadiah karena kau mau menemaniku..”
“Gomawo.. Keundae, mengapa kau sendirian di sini?”
“Ibuku sedang ke toilet untuk mengganti popok adikku. Noona sendiri, mengapa kau berjalan sendirian di taman ini? Apa kau menunggu seseorang juga?”
“A-ah.. Ne. Aku juga sedang menunggu seseorang.. Tapi ia belum datang..”
“Jun-ah!”
“Eoh.. Eoma! Noona eommaku sudah datang. Terima kasih sudah menemaniku. Anyyeong~”
Aku melambaikan tangan saat dia pergi ke pelukan ibunya. Huuhh.. Oppa, kapan kau akan datang? Aku lelah menunggumu di sini..


“Chanyeol-ah.. cepat kemari dan bantu eomma merapihkan meja dan menyiapkan makanan..”
“Ne Eomma! Hyung ayo kita turun.. Eomma sudah menyiapkan makanan..”
“Arasseo..”
“Kris apa kau tidak berniat untuk jalan-jalan? Lingkungan di sini sangat indah dan mungkin kau akan senang jika berkeliling walaupun hanya sebentar..”
“Ne Eommoni.. aku pun berniat untuk keluar setelah makan..”
“Hyung aku..”
“No! Maksudku.. Aku sedang ingin berjalan dan mencari angina sendirian.. Aku ingin merasakan udara di Busan sendirian..”
“Ne Chanyeol-ah.. biar temanmu pergi sendirian.. sepertinya ini kali pertamanya datang ke sini..”
“Ne Eomma~”
Syukurlah.. Eommoni, aku berhutang sangat besar kepadamu. Karena kau, anak kesayanganmu yang sayangnya menyebalkan itu tidak akan menggangguku walaupun hanya sesaat saja.

Angin di sini sangat sejuk. Sepertinya hidup di sini menyenangkan. Kau tidak perlu khawatir tentang bagaimana kau harus datang tepat waktu di studio, kau harus melakukan rekaman atau syitung video klip, kau tidak perlu menghadapi fans-fans yang terkadang berlebihan. Aku harus melakukan banyak hal yang menyenangkan di sini. Apakah itu taman bermain? Untuk apa aku ke sana? Tapi, siapa yang peduli? Wu Yifan ayo kita pergi ke sana..

Mengapa tidak banyak orang? Mungkin karena ini bukan akhir pekan. Tidak buruk.
Tes..tess..
Hujan? God.. tidak ada tempat berteduh. Ah itu dia.


Mwo?! Hujan? Aishh.. mengapa harus hujan? Eottoke? Tempat berteduh. Eodi eodi eodi? Di sana! Ayo Lee Yereum cepatlah.. Sebelum dirimu basah kuyup.

No One POV
Wu yifan sedikit berlari untuk berteduh dari hujan. Tanpa disadari, dari arah lain, Yereum berlari ke arah tempat tersebut. Mereka berdua sampai di tempat tersebut dalam waktu yang bersamaan. Sayangnya tempat tersebut cukup kecil untuk dua orang.
“Ya.. Aku yang duluan ke tempat ini.”
“Jelas-jelas aku yang duluan ke sini.”
“Neo! Kau seharusnya mengalah kepada seorang wanita..”
“Busun surya? Aku bahkan tidak kenal denganmu. Untuk apa aku peduli dengan yeoja asing sepertimu. Kayo.”
“Aishh jinja.. Ppaliwa.. cepat pergi dari sini sebelum..”
Tesss.. Tess.. Ssssss…
“Aish hujannya semakin besar.. Aku tidak mau bajuku basah..”
“Yeoja ini.. Sini..”
“Wah.. mau apa kau?!”
“Shikkero..”
Wu Yifan menarik Yereum dan menghadapkan kea rah yang belawanan dengannya. Sehingga mereka saling membelakangi satu sama lain agar mereka berdua dapat berteduh di tempat itu.
“Kenapa kau tidak mengalah dan pergi saja sih? Aku tidak perlu berteduh seperti ini..”
“Kenapa kau tidak diam saja? Seharusnya kau berterima kasih karena aku, kau tidak basah kuyup..”
“Keundae… Lupakan.”
“Oppa.. Seharusnya di saat seperti ini, kau datang dan memayungiku agar tidak kehujanan. Tapi bahkan kau tidak menunjukkan wajahmu sama sekali..”
“Kau sedang menunggu pacarmu?”
“Bukan urusanmu.”
“Kenapa? Pacarmu tidak datang-datang? Jangan-jangan dia pergi dengan wanita la..”
“Ya! Sudah kubilang bukan urusanmu! Jangan berani-brani berbicara yang buruk mengenai Oppaku! Neo.. “
Yereum pergi begitu saja menerjang hujan deras yang sedang turun tanpa memedulikan ekspresi Kris yang sedikit kaget dan tidak percaya. Bahkan dengan sedikit mengejek.

“Tch.. Pantas saja pacarmu tidak datang-datang..”

To Be Continued

Minggu, 12 Januari 2014

After About 2 Years

Long time no see ma blog!!! Finally i get myself open this blog again after read my friend's message on WhatsApp. Because of her, this blog will be active again. Insyaallah. Maybe i'll post my stories that i've kept until now.. Actually those stories haven't finished yet. But i will try to make those stories continuosly while i busy with my tasks.. Ok, i think it's enough for greeting.. Bye ^^