Last
Night in London
Cast: Liliyana
Natsir
Lee
Yong Dae
Rating: Romance
Liliyana POV
Hmmm.. angin yang sejuk ini sedikit membantu diriku… Langit malam berhias jutaan bintang.
Pemandangan kota yang luar biasa megah dan indah. Sejuknya malam yang
menenangkan. Itu semua pasti akan membuat semua orang rela membuang segala yang
ia pikirkan dan ia rasakan, serasa dimanjakan. Tapi tidak denganku. Belum ada
yang berhasil membuatku lebih tenang. Bahkan angin malam pun berusaha keras
untuk menghiburku. Syukurlah usahanya berhasil.
Aku pun tidak tahu. Aku merasa seperti dihempaskan dari
gedung pencakar langit. Bukan karena ada orang yang tak kukenal yang tiba-tiba
saja memakiku di depan umum, bukan karena pertengkaranku dengan ka kalista
hanya karena hal sepele, apalagi patah hati karena dipusin pacar. Ini lebih
parah dari semua itu. Oke oke.. aku berlebihan, tapi memang itu yang aku
rasakan sekarang.
Olimpiade.. ya, siapa yang tidak tahu tentang pagelaran
olahraga terbesar di dunia yang diadakan 4 tahun sekali ini selalu
ditunggu-tunggu para atlet-atlet dunia dalam segala cabang olahraga, termasuk
aku. Apa kalian tahu aku?
Aku Liliyana Natsir. Aku adalah atlet bulutangkis Indonesia
di sektor ganda campuran bersama partnerku Tontowi Ahmad. Mereka bilang kami
merupakan ganda campuran Indonesia terbaik saat ini, mungkin karena ranking
BWFku yang cukup baik, ranking 4 dunia. Kami diandalkan dan diharapkan dapat
membawa pulang medali emas ke Indonesia dari Olimpiade London 2012 ini. Tapi takdir
berkata lain. Aku dan Towi tidak dapat mencapai partai puncak setelah kalah
dari pasangan Cina, Xu/Majin. Cina. Lagi-lagi Cina. Tapi kami belum menyerah. Perjuangan
kami masih berlanjut untuk memperebutkan medali perunggu. Tapi apa daya, kami pun belum berhasil mendapatkan medali
perunggu. Aku sangat sangat kecewa dengan diriku sendiri. Pelatih, teman-teman
atlet yang lain, bahkan penggemarku sudah mengatakan tidak apa-apa aku tidak
membawa pulang satu medali pun, mereka bilang itu bukan salahku, itu faktor Luck yang memang belum berpihak kepada
kami. Tapi, tapi.. tetap saja! Aku masih kecewa dengan diriku. Mengapa aku
tidak bisa bermain dengan baik? Mengapa aku tidak bisa keluar dari tekanan? Pertanyaan
itu selalu berputar-putar hingga kini. Kecewa, sedih, marah. Arrghh.. aku tidak
tahu, aku tidak bisa menggambarkan perasaanku sekarang.
Maka dari itu aku lebih memilih menyendiri di atap hotel ini
untuk menenangkan pikiranku. Hahh.. sejuknya angin malam ini. Aku bersyukur ia
mau membantu menenangkan pikiranku, ya, walaupun sekelebat tentang kekalahanku
masih ada.
“hmm..” aku tersentak. Sangat sangat membuatku kaget…
Author POV
Liliyana berpegangan pada dinding atap yang tidak lebih
tinggi dari 1,2 meter itu. Ia terus menghirup
udara malam yang sejuk. Semilir angin membuatnya tidak menyadari ada yang
datang dari arah belakang. Ia menghampiri Liliyana dan memeluknya dari belakang
secara tiba-tiba. ia memeluk Liliyana dengan perlahan.
Liliyana tersentak, ia sangat terkejut.
“Apa yang kau lakukan disini?”
(To Be Continued)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar