Minggu, 12 Agustus 2012

Last Night in London


Last Night in London

Cast:     Liliyana Natsir
             Lee Yong Dae
Rating:  Romance

Liliyana POV

Hmmm.. angin yang sejuk ini sedikit membantu diriku…  Langit malam berhias jutaan bintang. Pemandangan kota yang luar biasa megah dan indah. Sejuknya malam yang menenangkan. Itu semua pasti akan membuat semua orang rela membuang segala yang ia pikirkan dan ia rasakan, serasa dimanjakan. Tapi tidak denganku. Belum ada yang berhasil membuatku lebih tenang. Bahkan angin malam pun berusaha keras untuk menghiburku. Syukurlah usahanya berhasil.
Aku pun tidak tahu. Aku merasa seperti dihempaskan dari gedung pencakar langit. Bukan karena ada orang yang tak kukenal yang tiba-tiba saja memakiku di depan umum, bukan karena pertengkaranku dengan ka kalista hanya karena hal sepele, apalagi patah hati karena dipusin pacar. Ini lebih parah dari semua itu. Oke oke.. aku berlebihan, tapi memang itu yang aku rasakan sekarang.
Olimpiade.. ya, siapa yang tidak tahu tentang pagelaran olahraga terbesar di dunia yang diadakan 4 tahun sekali ini selalu ditunggu-tunggu para atlet-atlet dunia dalam segala cabang olahraga, termasuk aku. Apa kalian tahu aku?
Aku Liliyana Natsir. Aku adalah atlet bulutangkis Indonesia di sektor ganda campuran bersama partnerku Tontowi Ahmad. Mereka bilang kami merupakan ganda campuran Indonesia terbaik saat ini, mungkin karena ranking BWFku yang cukup baik, ranking 4 dunia. Kami diandalkan dan diharapkan dapat membawa pulang medali emas ke Indonesia dari Olimpiade London 2012 ini. Tapi takdir berkata lain. Aku dan Towi tidak dapat mencapai partai puncak setelah kalah dari pasangan Cina, Xu/Majin. Cina. Lagi-lagi Cina. Tapi kami belum menyerah. Perjuangan kami masih berlanjut untuk memperebutkan medali perunggu. Tapi apa daya, kami  pun belum berhasil mendapatkan medali perunggu. Aku sangat sangat kecewa dengan diriku sendiri. Pelatih, teman-teman atlet yang lain, bahkan penggemarku sudah mengatakan tidak apa-apa aku tidak membawa pulang satu medali pun, mereka bilang itu bukan salahku, itu faktor Luck yang memang belum berpihak kepada kami. Tapi, tapi.. tetap saja! Aku masih kecewa dengan diriku. Mengapa aku tidak bisa bermain dengan baik? Mengapa aku tidak bisa keluar dari tekanan? Pertanyaan itu selalu berputar-putar hingga kini. Kecewa, sedih, marah. Arrghh.. aku tidak tahu, aku tidak bisa menggambarkan perasaanku sekarang.
Maka dari itu aku lebih memilih menyendiri di atap hotel ini untuk menenangkan pikiranku. Hahh.. sejuknya angin malam ini. Aku bersyukur ia mau membantu menenangkan pikiranku, ya, walaupun sekelebat tentang kekalahanku masih ada.
“hmm..” aku tersentak. Sangat sangat membuatku kaget…

Author POV

Liliyana berpegangan pada dinding atap yang tidak lebih tinggi dari 1,2 meter itu. Ia  terus menghirup udara malam yang sejuk. Semilir angin membuatnya tidak menyadari ada yang datang dari arah belakang. Ia menghampiri Liliyana dan memeluknya dari belakang secara tiba-tiba. ia memeluk Liliyana dengan perlahan.
Liliyana tersentak, ia sangat terkejut.
“Apa yang kau lakukan disini?”
(To Be Continued)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar