Jumat, 24 Agustus 2012

Last Night in London (Part 3)


Last Night in London (Part 3)

Cast:    - Liliyana Natsir
            - Lee Yong Dae
             - Other Cast
Genre: Romance (?)
Author: SFN

Hello (author nyapa lagi ah)~.. Di Part 3 ini lebih menonjolkan Other castnya. Jadi di sini other castnya ketauan pake banget. Ada tokoh yang perannya melenceng dari realnya. Tapi semoga kalian menikmati.. haha Dan sepertinya akan menjadi cerita yang panjang ._.v
Ok Happy Reading All~~

Author POV
LYD masih meneruskan ceritanya, sesekali ia mengusap air mata Liliyana sembari bergurau agar kekasihnya tersenyum. Mereka terlarut dalam kesedihan yang justru membuat kesan romantis di antara keduanya. Apalagi setelah sekian lama mereka tidak bercengkrama seperti itu. Semuanya malah terlihat indah. Tapi tidak dari sudut pandang dua pasang mata yang memerhatikan mereka dari kejauhan.      
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

FLASHBACK
Ha Jung Eun POV
Haaaahh…. sebentar lagi olimpiade usai. Kami sudah harus bersiap-siap. Apalagi tugas kami, para atlet bulutangkis sudah selesai dari beberapa hari yang lalu. Ya meskipun aku dan tiga rekanku didiskualifikasi saat di QF – da itu membuat kami sangat terpukul – tapi di samping itu kami jadi memiliki waktu yang lebih banyak untuk berjala-jalan berkeliling kota London disaat yang lain bertanding :p. Tapi kami tetap mendukung teman senegara kami LYD/CJS saat bertanding ko…. Walaupun mereka tidak dapat medali emas, tapi kami tetap bangga dengan kegigihan mereka hingga mendapatkan medali perunggu.
yes pi sha la la la la ye pi i so mi cho
ye pi sha la la la la ye pi i tul swo pho
“Dari pelatih.”
Ya Jung! Kemana saja kau? Cepat kemari! Kami sudah di restoran sejak tadi.  Apa kau lupa akan makan malam ini? Oh ya, sampaikan  juga pada  Lee Yong Dae dan Kim Ha na. Mereka susah sekali dihubungi.
Oh my god! Aku lupa malam ini ada makan malam bersam a untuk para kontingen Korea cabor bulutangkis. Ini seperti Farewell Party di penghujung turnamen bulutangkis di olimpiade ini. Oh tidak aku harus cepat-cepat mengganti pakaianku dan bersiap-siap.
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Semua sudah siap. Oh ya! Aku harus mencari Ha Na dan Yong Dae. Kemana sih mereka? Menyusahkanku saja!
Author POV
Setelah Jung siap ia pun bergegas mencari kedua temannya itu. Ia terus mencoba menghubungi mereka, tapi hasilnya nihil. Saat ia akan menayakannya pada Resepsionis di lobi hotel, “Jung!”  “Ha na? kemana saja kau? Aku menghubungimu daritadi tapi kau tidak mengangkatnya sama sekali.” Tanya Jung yang kesal bercampur khawatir.
“Maaf, tadi aku jalan-jalan keluar sebentar. Handphoneku Low Batery jadi aku tidak bisa menerima panggilan darimu.  Dan aku baru ingat bahwa malam ini ada Farewell Party, tapi aku sudah siap sekarang.” Jelas Ha Na panjang lebar
“Baik baik. Tapi Ha Na, apakah kamu melihat Yong Dae? Ia pun belum hadir di restauran dan pelatih menyuruhku mencarinya. Dan ia pun tidak bisa dihubungi sepertimu. Bahkan aku sempat heran mengapa kalian bisa kompak seperti ini.” 
“ Yong Dae? Aku belum melihatnya hari ini. Handphonenya juga tidak bisa dihubungi? Coba kau tanya pelayan atau resepsionis di sini, mungkin mereka melihatnya.” Saran Ha Na. “Oh ya Jung, aku duluan ya? Aku tidak mau pelatih tambah marah kepadaku. Maaf aku tidak membantumu mencari Yong dae. Tapi tenang saja, aku akan memberikan alasan terbaik kepada pelatih atas keterlambatanmu nanti.”
“Yasudah , tapi awas saja kalau kau tidak melakukannya, akan kuhabisi kau nanti.” Jung memperagakan seseorang yang sedang meninju.
“Kau tenang saja. Tapi berdoalah supaya aku tidak lupa.” Goda Ha Na kepada Jung yang disambungnya dengan lari kecil.
“Ya!”
Ha Jung Eun POV
“ Maaf, apakah anda melihat Lee Yong Dae lewat sini?”
“Maaf saya tidak melihatnya.”
“Benarkah? Terima kasih”
Haduh kemana sih Yong Dae? Makan malamnya sudah dimulai. Aku tidak ingin kehabisan makanan hanya gara-gara mencari-cari bocah itu. Haishh..
“Permisi, apakah anda sedang mencari Tuan Lee Yong Dae?” sapa seorang pelayan dari arah belakang.
“Benar, apakah anda melihatnya?” aku menaruh harapan besar bahwa ia akan mengatakan ‘ya’.
“Beberapa waktu yang lalu aku menaiki lift yang sama dengannya. Kalau saya tidak salah lihat, ia pergi menuju atap hotel.”
“Benarkah?” Untuk apa ia kesana? “Baiklah kalau begitu, terima kasih.”
Aku bergegas naik lift menuju atap hotel. Tidak butuh waktu lama aku sudah sampai di sana. Aku mengedarkan pandanganku unuk menemukannya. Ah! Itu dia. Tapi tunggu, ia sedang bersama siapa? Sepertinya aku harus lebih dekat untuk mengetahuinya.
Author POV
Jung berjalan mendekat ke arah Yong Dea. Ia berhenti sekitar 10 meter dari tempat Yong Dae. “Siapa itu?” “Itu.. Bukankah itu.. Li..Liliyana Natsir?” Jung kaget dengan apa yang dilihatnya. “Tapi apa yang mereka lakukan di sini? Dan.. dan mereka saling berpelukan seperti itu. Apaakah mereka berpacaran? Apa dia sudah gila?! Apa ia mau menghancurkan karirnya sendiri?” Jung marah-marah sendiri. Ia sangat kaget, marah, sekaligus khawatir, melebihi seseorang yang mengkhawatirkan temannya. “Eottokhe?”
Ia masih tidak percaya. Ia masih gusar dengan apa yang dilihatnya. Ia hanya berdiri di situ, matanya berkaca-kaca dan terus menggigit bibir bawahnya. Bahkan ia sudah lupa akan Farewell Partynya.
“Hei Kau! Apa yang kau lakukan di situ? “
Ha Jung Eun POV
“Hei kau! Apa yang kau lakukan di situ?” Suara siapa itu? Aku mencari asal suara dan saat aku menoleh ke samping kiri, “Iya kau, apa yang kau lakukan di sini? Kau sedang memerhatikan mereka juga?” orang yang ternyata lelaki itu menunjuk Dae dan liliyana dengan dagunya.
“Siapa kau? Apa urusanmu? Dan apa yang kau lakukan di sini? Kau membuntuti mereka? Kau paparazzi ya?!” Aku mencoba menutupi keadaan yang sebenarnya dengan memberinya seberondong pertanyaan.
“Hei pelan-pelan nona. Aku akan menjawab semuanya tapi tidak disini.” Dia mencoba menarik tanganku.
“Apa yang lakukan?!” aku setengah berteriak. Tapi itu tidak sampai terdengar ke tempat LYD dan Liliyana karena memang jarak yang cukup jauh dan sepertinya mereka sedang mendengarkan lagu menggunakan Headset bersama. “Lee Yong D..Hmmpp..” teriakanku tertahan karena ia membekap mulutku dan mencoba menarikku pergi dari situ.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Hendra Setiawan POV
Tanpa diduga-duga aku ditugaskan ke London untuk meliput dan mencari-cari berita mengenai Olimpiade ini. Hah.. Dan enaknya aku ditempatkan di hotel yang mayoritas penghuninya adalah para atlet, ya walaupun sulit mewawancarai mereka.
Hari ini aku diberi waktu istirahat karena yang sedang bertugas adalah rekanku. Aku memilih bersantai di atap hotel ini. Suasananya membuatku rileks. Aku hanya ditemani sekaleng minuman dingin yang kubeli di minimarket tadi.
Aku sangat senang meliput turnamen-turnamen olahraga, khususnya bulutangkis. Bahkan bulutangkis merupakan cabor yang  paling kusuka untuk diliput di olimpiade ini. Aku memang menyukai bulutangkis sejak lama. Tapi disamping itu, aku jadi bisa lebih sering melihatnya…..
Ah.. ya dia wanita yang bisa dibilang kusukai. Ia seorang atlet bulutangkis di sektor Mixed Double. Sudahlah, ceritanya panjang kawan.
Hei bukankah itu? Sedang apa dia disini? Aku harus mengambil gambarnya untuk beritaku, sekaligus untuk koleksi pribadiku. Untungnya aku membawa kamera. ‘cklik..cklik’ bagus sekali. Harus kuperbanyak untuk koleksiku.
Tunggu.. siapa itu? Itu Lee Yong dae kan? Untuk apa dia ke sini? Hei Hei apa yang ia lakukan dengannya? Apa aku tidak salah lihat? Mereka ber-pe-lu-kan?

Author POV
Hendra sedang asyik memotonya ketika tiba-tiba saja Lee Yong Dae datang dan langsung memeluknya. Ya, Liliyana Natsir. Sudah pasti Hendra sangat sangat terkejut. Tapi mereka tidak bisa melihat Hendra karena posisinya yang cukup jauh dan sedikit terhalangi tembok (kebayang kan? ._.v). Ia terus memerhatikan mereka. Mereka masih berpelukan.
“Tunggu, Liliyana kenapa? Sepertinya ia tidak suka dengan omongan Yong Dae” Hendra melihat Yana yang meninggalkan Yong Dae menuju bangku dekat situ. Ia terus memerhatikan mereka.
“Aishhh.. Kalian berhutang padaku! Kalau aku bukan orang yang baik ini pasti sudah menjadi Headline News besok pagi.” Gerutunya. “Asal tau saja banyak atlet yang terlibat cinta lokasi seperti kalian, tapi mereka berterus terang. Ini? Seakan akan mereka tengah membuat skandal yang besar.”

Hendra POV
Asal tau saja banyak atlet yang terlibat cinta lokasi seperti kalian, tapi mereka berterus terang. Ini? Seakan akan mereka tengah membuat skandal yang besar. Aku sangat tidak suka dengap sikap mereka. atau mungkin aku tidak suka karena…..
Apa lagi ini?! Siapa wanita di belakang itu? Sepertinya ia satu bangsa dengan LYD. Ckck.. Mereka benar-benar dalam masalah besar. Bagaimana kalau ada Paparazzi?
Wanita di belakang itu.. terlihat sangat ..gusar.  Sepertinya akan timbul masalah jika wanita itu terus di sini.

Author POV
“Sepertinya akan timbul masalah jika wanita itu terus di sini.” Hendra memustuskan menghampiri wanita Korea yang memakai gaun ungu selutut itu.
“Hei Kau! Apa yang kau lakukan di situ? “ Tanya Hendra dengan pelan namun dapat membuat wanita itu ketakutan.
Wanita itu yang tak lain adalah Jung mencari asal suara dan saat ia menoleh ke samping kiri, “Iya kau, apa yang kau lakukan di sini? Kau sedang memerhatikan mereka juga?” Hendra menunjuk Dae dan liliyana dengan dagunya.
“Siapa kau? Apa urusanmu? Dan apa yang kau lakukan di sini? Kau membuntuti mereka? Kau paparazzi ya?!” Jung mencoba menutupi keadaan yang sebenarnya dengan memberinya seberondong pertanyaan.
“Hei pelan-pelan nona. Aku akan menjawab semuanya tapi tidak disini.” Hendra mencoba menarik tangan Jung.
“Apa yang lakukan?!” Jung setengah berteriak. Tapi itu tidak sampai terdengar ke tempat LYD dan Liliyana karena memang jarak yang cukup jauh dan sepertinya mereka sedang mendengarkan lagu menggunakan Headset bersama. “Lee Yong D..Hmmpp..” teriakan Jung tertahan karena Hendra membekap mulut Jung dan mencoba menarikku pergi dari situ.

(To Be Continued)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar