Last Night in London (Part 3)
Cast: - Liliyana Natsir
- Lee Yong Dae
- Other Cast
Genre: Romance (?)
Author: SFN
Hello (author nyapa lagi
ah)~.. Di Part 3 ini lebih menonjolkan Other castnya. Jadi di sini other
castnya ketauan pake banget. Ada tokoh yang perannya melenceng dari realnya.
Tapi semoga kalian menikmati.. haha Dan sepertinya akan menjadi cerita yang
panjang ._.v
Ok Happy Reading All~~
Author POV
LYD
masih meneruskan ceritanya, sesekali ia mengusap air mata Liliyana sembari
bergurau agar kekasihnya tersenyum. Mereka terlarut dalam kesedihan yang justru
membuat kesan romantis di antara keduanya. Apalagi setelah sekian lama mereka
tidak bercengkrama seperti itu. Semuanya malah terlihat indah. Tapi tidak dari
sudut pandang dua pasang mata yang memerhatikan mereka dari kejauhan.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
FLASHBACK
Ha Jung Eun POV
Haaaahh….
sebentar lagi olimpiade usai. Kami sudah harus bersiap-siap. Apalagi tugas
kami, para atlet bulutangkis sudah selesai dari beberapa hari yang lalu. Ya
meskipun aku dan tiga rekanku didiskualifikasi saat di QF – da itu membuat kami
sangat terpukul – tapi di samping itu kami jadi memiliki waktu yang lebih
banyak untuk berjala-jalan berkeliling kota London disaat yang lain bertanding
:p. Tapi kami tetap mendukung teman senegara kami LYD/CJS saat bertanding ko….
Walaupun mereka tidak dapat medali emas, tapi kami tetap bangga dengan
kegigihan mereka hingga mendapatkan medali perunggu.
yes pi sha la la la la ye pi i so mi cho
ye pi sha la la la la ye pi i tul swo pho
ye pi sha la la la la ye pi i tul swo pho
“Dari pelatih.”
Ya
Jung! Kemana saja kau? Cepat kemari! Kami sudah di restoran sejak tadi. Apa kau lupa akan makan malam ini? Oh ya,
sampaikan juga pada Lee Yong Dae dan Kim Ha na. Mereka susah sekali
dihubungi.
Oh my god! Aku
lupa malam ini ada makan malam bersam a untuk para kontingen Korea cabor
bulutangkis. Ini seperti Farewell Party di
penghujung turnamen bulutangkis di olimpiade ini. Oh tidak aku harus
cepat-cepat mengganti pakaianku dan bersiap-siap.
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Semua sudah siap. Oh ya! Aku harus
mencari Ha Na dan Yong Dae. Kemana sih mereka? Menyusahkanku saja!
Author POV
Setelah Jung siap ia pun bergegas
mencari kedua temannya itu. Ia terus mencoba menghubungi mereka, tapi hasilnya
nihil. Saat ia akan menayakannya pada Resepsionis di lobi hotel, “Jung!” “Ha na? kemana saja kau? Aku menghubungimu
daritadi tapi kau tidak mengangkatnya sama sekali.” Tanya Jung yang kesal
bercampur khawatir.
“Maaf, tadi aku jalan-jalan keluar
sebentar. Handphoneku Low Batery jadi
aku tidak bisa menerima panggilan darimu.
Dan aku baru ingat bahwa malam ini ada Farewell Party, tapi aku sudah siap sekarang.” Jelas Ha Na panjang
lebar
“Baik baik. Tapi Ha Na, apakah kamu
melihat Yong Dae? Ia pun belum hadir di restauran dan pelatih menyuruhku
mencarinya. Dan ia pun tidak bisa dihubungi sepertimu. Bahkan aku sempat heran
mengapa kalian bisa kompak seperti ini.”
“ Yong Dae? Aku belum melihatnya
hari ini. Handphonenya juga tidak bisa dihubungi? Coba kau tanya pelayan atau
resepsionis di sini, mungkin mereka melihatnya.” Saran Ha Na. “Oh ya Jung, aku
duluan ya? Aku tidak mau pelatih tambah marah kepadaku. Maaf aku tidak
membantumu mencari Yong dae. Tapi tenang saja, aku akan memberikan alasan
terbaik kepada pelatih atas keterlambatanmu nanti.”
“Yasudah , tapi awas saja kalau kau
tidak melakukannya, akan kuhabisi kau nanti.” Jung memperagakan seseorang yang
sedang meninju.
“Kau tenang saja. Tapi berdoalah
supaya aku tidak lupa.” Goda Ha Na kepada Jung yang disambungnya dengan lari
kecil.
“Ya!”
Ha Jung Eun POV
“ Maaf, apakah anda melihat Lee
Yong Dae lewat sini?”
“Maaf saya tidak melihatnya.”
“Benarkah? Terima kasih”
Haduh kemana sih Yong Dae? Makan
malamnya sudah dimulai. Aku tidak ingin kehabisan makanan hanya gara-gara
mencari-cari bocah itu. Haishh..
“Permisi, apakah anda sedang
mencari Tuan Lee Yong Dae?” sapa seorang pelayan dari arah belakang.
“Benar, apakah anda melihatnya?”
aku menaruh harapan besar bahwa ia akan mengatakan ‘ya’.
“Beberapa waktu yang lalu aku
menaiki lift yang sama dengannya. Kalau saya tidak salah lihat, ia pergi menuju
atap hotel.”
“Benarkah?” Untuk apa ia kesana?
“Baiklah kalau begitu, terima kasih.”
Aku bergegas naik lift menuju atap
hotel. Tidak butuh waktu lama aku sudah sampai di sana. Aku mengedarkan
pandanganku unuk menemukannya. Ah! Itu dia. Tapi tunggu, ia sedang bersama
siapa? Sepertinya aku harus lebih dekat untuk mengetahuinya.
Author POV
Jung berjalan mendekat ke arah Yong
Dea. Ia berhenti sekitar 10 meter dari tempat Yong Dae. “Siapa itu?” “Itu..
Bukankah itu.. Li..Liliyana Natsir?” Jung kaget dengan apa yang dilihatnya.
“Tapi apa yang mereka lakukan di sini? Dan.. dan mereka saling berpelukan
seperti itu. Apaakah mereka berpacaran? Apa dia sudah gila?! Apa ia mau
menghancurkan karirnya sendiri?” Jung marah-marah sendiri. Ia sangat kaget,
marah, sekaligus khawatir, melebihi seseorang yang mengkhawatirkan temannya.
“Eottokhe?”
Ia masih tidak percaya. Ia masih
gusar dengan apa yang dilihatnya. Ia hanya berdiri di situ, matanya
berkaca-kaca dan terus menggigit bibir bawahnya. Bahkan ia sudah lupa akan Farewell Partynya.
“Hei Kau! Apa yang kau lakukan di
situ? “
Ha Jung Eun POV
“Hei kau! Apa yang kau lakukan di
situ?” Suara siapa itu? Aku mencari asal suara dan saat aku menoleh ke samping
kiri, “Iya kau, apa yang kau lakukan di sini? Kau sedang memerhatikan mereka
juga?” orang yang ternyata lelaki itu menunjuk Dae dan liliyana dengan dagunya.
“Siapa kau? Apa urusanmu? Dan apa
yang kau lakukan di sini? Kau membuntuti mereka? Kau paparazzi ya?!” Aku
mencoba menutupi keadaan yang sebenarnya dengan memberinya seberondong
pertanyaan.
“Hei pelan-pelan nona. Aku akan
menjawab semuanya tapi tidak disini.” Dia mencoba menarik tanganku.
“Apa yang lakukan?!” aku setengah
berteriak. Tapi itu tidak sampai terdengar ke tempat LYD dan Liliyana karena
memang jarak yang cukup jauh dan sepertinya mereka sedang mendengarkan lagu
menggunakan Headset bersama. “Lee
Yong D..Hmmpp..” teriakanku tertahan karena ia membekap mulutku dan mencoba
menarikku pergi dari situ.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Hendra Setiawan POV
Tanpa diduga-duga aku ditugaskan ke
London untuk meliput dan mencari-cari berita mengenai Olimpiade ini. Hah.. Dan
enaknya aku ditempatkan di hotel yang mayoritas penghuninya adalah para atlet,
ya walaupun sulit mewawancarai mereka.
Hari ini aku diberi waktu istirahat
karena yang sedang bertugas adalah rekanku. Aku memilih bersantai di atap hotel
ini. Suasananya membuatku rileks. Aku hanya ditemani sekaleng minuman dingin
yang kubeli di minimarket tadi.
Aku sangat senang meliput
turnamen-turnamen olahraga, khususnya bulutangkis. Bahkan bulutangkis merupakan
cabor yang paling kusuka untuk diliput
di olimpiade ini. Aku memang menyukai bulutangkis sejak lama. Tapi disamping
itu, aku jadi bisa lebih sering melihatnya…..
Ah.. ya dia wanita yang bisa
dibilang kusukai. Ia seorang atlet bulutangkis di sektor Mixed Double.
Sudahlah, ceritanya panjang kawan.
Hei bukankah itu? Sedang apa dia
disini? Aku harus mengambil gambarnya untuk beritaku, sekaligus untuk koleksi
pribadiku. Untungnya aku membawa kamera. ‘cklik..cklik’ bagus sekali. Harus
kuperbanyak untuk koleksiku.
Tunggu.. siapa itu? Itu Lee Yong
dae kan? Untuk apa dia ke sini? Hei Hei apa yang ia lakukan dengannya? Apa aku
tidak salah lihat? Mereka ber-pe-lu-kan?
Author POV
Hendra sedang asyik memotonya ketika
tiba-tiba saja Lee Yong Dae datang dan langsung memeluknya. Ya, Liliyana
Natsir. Sudah pasti Hendra sangat sangat terkejut. Tapi mereka tidak bisa
melihat Hendra karena posisinya yang cukup jauh dan sedikit terhalangi tembok
(kebayang kan? ._.v). Ia terus memerhatikan mereka. Mereka masih berpelukan.
“Tunggu, Liliyana kenapa?
Sepertinya ia tidak suka dengan omongan Yong Dae” Hendra melihat Yana yang
meninggalkan Yong Dae menuju bangku dekat situ. Ia terus memerhatikan mereka.
“Aishhh.. Kalian berhutang padaku!
Kalau aku bukan orang yang baik ini pasti sudah menjadi Headline News besok pagi.” Gerutunya. “Asal tau saja banyak atlet
yang terlibat cinta lokasi seperti kalian, tapi mereka berterus terang. Ini?
Seakan akan mereka tengah membuat skandal yang besar.”
Hendra POV
Asal tau saja banyak atlet yang
terlibat cinta lokasi seperti kalian, tapi mereka berterus terang. Ini? Seakan
akan mereka tengah membuat skandal yang besar. Aku sangat tidak suka dengap
sikap mereka. atau mungkin aku tidak suka karena…..
Apa lagi ini?! Siapa wanita di
belakang itu? Sepertinya ia satu bangsa dengan LYD. Ckck.. Mereka benar-benar
dalam masalah besar. Bagaimana kalau ada Paparazzi?
Wanita di belakang itu.. terlihat
sangat ..gusar. Sepertinya akan timbul
masalah jika wanita itu terus di sini.
Author POV
“Sepertinya akan timbul masalah
jika wanita itu terus di sini.” Hendra memustuskan menghampiri wanita Korea
yang memakai gaun ungu selutut itu.
“Hei Kau! Apa yang kau lakukan di
situ? “ Tanya Hendra dengan pelan namun dapat membuat wanita itu ketakutan.
Wanita itu yang tak lain adalah
Jung mencari asal suara dan saat ia menoleh ke samping kiri, “Iya kau, apa yang
kau lakukan di sini? Kau sedang memerhatikan mereka juga?” Hendra menunjuk Dae
dan liliyana dengan dagunya.
“Siapa kau? Apa urusanmu? Dan apa
yang kau lakukan di sini? Kau membuntuti mereka? Kau paparazzi ya?!” Jung
mencoba menutupi keadaan yang sebenarnya dengan memberinya seberondong
pertanyaan.
“Hei pelan-pelan nona. Aku akan
menjawab semuanya tapi tidak disini.” Hendra mencoba menarik tangan Jung.
“Apa yang lakukan?!” Jung setengah
berteriak. Tapi itu tidak sampai terdengar ke tempat LYD dan Liliyana karena
memang jarak yang cukup jauh dan sepertinya mereka sedang mendengarkan lagu
menggunakan Headset bersama. “Lee
Yong D..Hmmpp..” teriakan Jung tertahan karena Hendra membekap mulut Jung dan
mencoba menarikku pergi dari situ.
(To Be Continued)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar