Sangat sangat tidak terasa. Hari ini aka digelar Closing Ceremony London Olympic 2012. Pesta olahraga 4 tahunan itu sudah berakhir. Dimulai pada tanggal 28 Juli 2012 hingga hari ini, Minggu, 12 Agustus 2012. Sayang, kontingen Indonesia tidak mengikuti Closing Ceremony karena mereka sudah tiba di tanah air beberapa hari yang lalu. Sedikit disayangkan.
Menurutku, ini merupakan Olimpiade yang cukup buruk sepanjang sejarah Olimpiade, termasuk untuk Indonesia. Dimulai dari dipulangkannya beberapa atlet -bahkan sebelum mereka berlaga- dari berbagai cabor karena memakai Dopping.
Lalu adanya "Opera sabun" dalam sektor Women Double di cabor bulutangkis yang mengakibatkan didiskualifikasinya 8 pemain dari 3 negara yaitu Cina, Korea, dan termasuk Indonesia.Ya, satu-satunya pemain WD Indonesia, Greysia Polii/Meiliana Jauhari didiskualifikasi karena diduga terkait dengan "Opera Sabun" yang terjadi pada partai Quarter Final.3 pasangan lainnya yang didiskualifikasi adalah Yu yang/Wang Xiaoli (China), Ha jung eun/Ki min jung (Korea), dan Jung kyu eun/Kim ha na (Korea). Mereka didiskualifikasi karena permainan mereka yang tidak maksimal dan mencoba saling mengalah. Yu/Wang sengaja mengalah dari Jung/Ha agar tidak bertemu rekan senegaranya Tian/Zhao. Sedangkan Jung/Kim dan Greys/Meiliana mencoba saling mengalah agar tidak menjadi juara Grup yang nantinya akan bertemu Yu/Wang. Mereka bahkan sempat mendapat kartu hitam dari wasit kehormatan. Sungguh sangat disayangkan.Padahal peluang mereka cukup baik.
Lalu yang selanjutnya. Indonesia pulang tanpa membawa medali emas. Tradisi emas olimpiade tidak dapat dilanjutkan untuk tahun ini. Indonesia hanya membawa pulang 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Itupun hanya dari cabor Weightlifting. Awalnya medali emas sangat diharapkan dapat didapat dari cabor bulutangkis, tepatnya sektor Ganda Campuran. Tapi sayang, Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad belum berhasil melaju ke final. Mereka pun tidak berhasil merebut medali perunggu. Sebagai penggemar Olahraga, terutama bulutangkis dan saya juga penggemar Liliyana, saya merasa sedikit kecewa. Ya, tapi mau bagaimana lagi. Ini semua rencana terbaik dari Allah untuk Indonesia.
Jika dipikir-pikir, seharusnya kita bersyukur karena atlet-atlet bulutangkis Indonesia pernah berjaya di dunia dalam waktu yang cukup lama. Dari tahun 70an, ada Christian Hadinata, Imelda Wiguna yang tahun '79 memenangkan All England. Tahun '80an-'90an, ada Alan Budikusuma, Susi Susanti (mereka disebut sebagai pengantin Olimpiade), Rexy Maenaky/Ricky Subagja (peraih emas Olimpiade tahun 1996), Mia Audina, dll. Tahun 2000an ada Taufik Hidayat (Olimpiade atlanta 2004) dan lainnya. Jika dihitung-hitung, Indonesia menguasai pebulutangkisan dunia hampir 3 dekade! Bahkan pemain-pemain Indonesia ditakuti seluruh dunia, sama seperti posisi China saat ini yang baru saja berjaya sekitar tahun 2000an. China baru berjaya sekitar 1 dekade saja. Sedangkan Indonesia pernah merasakan selama itu. Kita patut bersyukur. Meskipun akhir0akhir ini regenerasi dan prestasi Atlet2 bulutangkis Indonesia menurun, tapi menurutku, bagi para pengamat olahraga dan orang-orang yang mengerti bulutangkis, Indonesia masih menjadi negara bulutangkis di dunia. Indonesia masih diperhitungkan, dan itu semua karena sejarah Bulutangkis Indonesia yang cemerlang.
Tapi memang roda kehidupan terus berputar. Sekarang Indonesia sedang berada di bawah dan China di atas. Tapi yakinlah, suatu saat kita akan berada kembali di atas. Asalkan tetap berusaha dan selalu berdo'a kepada Allah agar diberikan yang terbaik untuk tanah air tercinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar