Kisah memilukan yang pernah menimpa dirimu di masa lalu pasti akan selalu teringat hingga kapanpun. Membayangi setiap kata yang engkau tulis di atas lembar kehidupan, saat kau berucap kata-kata tentang rasa, saat bahagia melanda, bahkan saat kau merasa terluka. Memang bukan suatu hal yang perlu ditangisi sepanjang waktu. Tapi terkadang luka yang dibuatnya terbuka begitu saja meskipun kau sudah berusaha menutupnya lagi dan lagi. Saat kau mencoba bercerita pada mereka, hanya tanggapan ringan yang mereka berikan, walaupun mungkin bukan itu maksud mereka, tapi cukup membuatmu menunjukkan tawamu sebagai alibi untuk menutupi awan kelabu. Di saat kau merasa sesuatu yang tidak adil, luka itu terbuka lagi. Itu sangat membuatmu merasa lelah. Kau yakin itu salahmu sendiri! Kau hanya bisa menangis! Bagaimana itu? Seiring berjalannya waktu, matahari muncul di sela-sela awan kelabu. Memberhentikan hujan yang mengguyur semesta. Menerangi bunga yang layu. Menyinari rumput-rumput hijau meskipun mereka sudah diinjak-injak. Dikotori. Dirusak. Kau mulai mengkerahkan jiwamu untuk bangkit. Tersenyum bukan sebagai alibi. Kau mulai sadar, jangan biarkan itu semua mengotori hatimu. Percaya Allah selalu memberikan yang terbaik untukmu. Anggap luka itu sebuah pelajaran berharga. Walaupun orang lain tidak merasakannya sepertimu, itulah kelebihanmu! Itu kebaikan yang Allah berikan untukmu. Seperti kutipan yang berbunyi "Tiada satupun buku yang jelek yang tidak bisa diambil pelajaran darinya".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar