Selasa, 02 Oktober 2012

Last Night in London (Part 6)



Cast:    - Liliyana Natsir
            - Lee Yong Dae
             - Ha Jung Eun
             - Hendra Setiawan
             - Others
Rating: G
Genre: Romance, action (?)
Author: SFN

Maaf banget ya ngaret lanjutannya… abis jadwal author padet, jadi ke delay mulu waktu buat lanjutin
ceritanya. I hope you’ll still waiting for my stories… Happy Reading… RCL ya~

Last POV
Hendra POV
Tidak ada SMS dari Liliyana. Sepertinya ia akan datang malam ini. Really Can’t Wait For This… Akan
 menjadi malam yang saaangaatt menyenangkan… Untukku. Tenanglah, aku tidak akan sejahat itu pada
Liliyana. Aku hanya ingin memanfaatkan waktuku di London yang sebentar ini bersama orang yang
kusukai…………………


Benar. Sepertinya aku menyukainya. Walaupun aku tahu itu sama saja aku mencoba untuk menghabisi
nyawaku sendiri…..

Liliyana POV
Sepertinya tidak usah terlalu formal. Santai saja. Celana panjang, kaus, jaket, topi, Perfect! Tapi…. Aku
tetap merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatiku.. Yong Dae… Maaf ya chagi…

@Restauran Steak
“Selamat datang~” pelayan penjaga pintu menyapaku. Aku hanya membalasnya dengan senyuman. Lalu
akupun masuk. Ternyata di saat seperti ini pun restaurannya cukup ramai. Di mana dia? ck.. aku lupa
menanyakan kepadanya ia memakai baju apa, harusnya kulakukan itu tadi. “Liliyana! Di sini!” Ah.. yang
melambaikan tangan itu sepertinya Hendra. Ternyata ia berada di meja yang letaknya sedikit di pojok
ruangan.
“Hai sorry, ga telat kan?”
“Ngga ko’, santai aja.” Syukurlah aku tidak telat.  “Oh iya, nanti wawancaranya ga usah formal-formal ya.
Walaupun aku wartawan, tapi kalau suasananya terlalu formal nanti malah ngebosenin.”
“Oke” ga nyangka, ternyata Hendra tuh baik banget. Dia tau gimana caranya membuat narasumber yang
diwawancarainya nyaman. Termasuk aku.

Author POV
Wawancara berjalan begitu saja. Sesekali diselingi obrolan lain bahkan candaan yang membuat mereka
tertawa. Wawancara terhenti saat pesanan mereka datang.
“Ayo kita makan dulu, baru abis selesai makan kita lanjut lagi.” Ajak Hendra
“Baiklah”
Mereka pun melahap hidangan yang telah dipesan. Dan lagi-lagi, sesekali diselingi dengan gurauan dari
Hendra yang membuat Liliyana tertawa.
Setelah selesai makan, sesuai dengan rencana awal, mereka pun melanjutkan wawancara – yang lebih
tepatnya mengobrol – cukup lama.
“Hen, udah jam sepuluh malem nih. Aku balik ya? Nanti pada curiga lagi aku kemana.”
“Oke, lagian wawancaranya udah selesai.” “Oh ya, lain kali kita bisa ketemu lagi kan? Bukan wawancara
sih, ngobrol biasa aja di café sambil minum. Kalaupun gak di London, ya di Indonesia nanti. Gimana?”
“Mmm… kalau gak sibuk okelah” “Udah yah, Hen. Aku balik duluan. Bye”

……………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Masih tersisa beberapa hari lagi – tepatnya tiga hari - untuk para atlet bulutangkis Indonesia, termasuk
Liliyana, untuk tinggal di London. Karena seperti itulah jadwal yang ditentukan untuk mereka meskipun
mereka tidak mengikuti Closing Ceremony yang dilaksanakan beberapa hari setelah kepulangan mereka.
Liliyana menghabiskan waktunya di kamar. Main laptop, mendengarkan musik, menonton tv, apapun
yang bisa mengisi waktunya itu. Hpnya berbunyi.
From: Hendra
Li,lagi ngapain? Lagi sibuk ga?
To: Hendra
Lagi diem aja di kamar. Ngga ko, sibuk gimana? Malah ga ada kerjaan..
From: Hendra
Hahahaha.. Iya juga sih. Kan turnamennya udah selesai. Aku mau nyari oleh-oleh sekalian jalan-jalan. Mau nemenin? Nanti aku traktir makan deh!
To: Hendra
Boleh deh! Tapi bener ya? Traktir makan! Haha.. Oke, kapan?
From: Hendra
Iya deh… jam 8 malem? Nanti aku tunggu di lobby hotel.

Liliyana POV
Beberapa hari ini aku merasa aku tambah dekat dengan Hendra. Aku pun tak tahu kenapa. Ia orang
yang, menyenangkan, baik, orang yang sangat tepat untuk dijadikan teman. Tapi aku baru sadar, aku jadi
jarang bertemu, bahkan berkomunikasi dengan Yong Dae. Apa kabar dia? Aku harus menanyakannya.
To: My Prince
Chagi apa kabar? Maaf aku baru mengirim pesan kepadamu. Aku harap kamu tidak marah. Aku benar-benar minta maaf. L
Kenapa tidak ada balasan? Apa dia benar-benar marah denganku? Aaaaa….. bagaimana ini? Memang
salahku tidak menghubunginya beberapa waktu ini. Tapi.. Aaaaa!
To: My Prince
Chagi?
To: My Prince
Chagi? Apakah kau membaca pesanku?
To: My Prince
Kau baik-baik saja kan?
To: My Prince
Kau tidak marah padaku kan chagi?
Sekarang aku mencoba menghubunginya. Tidak diangkat. Aku mencobanya lagi. Nihil. Aishh! Kalau begini aku harus bertemu dengannya. Tapi bagaimana caranya? Oh God…

Yong Dae POV
Yana sudah lama tidak menghubungiku. Aku tak tahu kenapa. Bagaimana kabarnya? Aku sangat
merindukannya. Semenjak wawancara malam itu, ia belum menghubungiku sama sekali. Tapi memang
salahku juga tidak mencoba menghubunginya. Dan akupun tak tahu kenapa rasanya jadwalku tetap saja
padat. Entah makan malam tidak jelas, jalan-jalan dengan teman-teman, shopping,ah begitulah.
Begitupun dengan hari ini. Aku, pelatih, dan Hyung sedang makan sore –sebenarnya makan siang yang
telat-  sambil mengobrol mengenai kepensiunan hyung.
“ Ya! Kenapa kau melamun terus daritadi?”
“ A.. Aniyo Hyung.”
“Oh ya, Yong Dae. Boleh aku meminjam hpmu sebentar? Aku ingin menghubungi istriku. HPku Lowbat.”
“ Ne.. Chankaman.”
Mana Hpku? Kenapa di kantong tidak ada? Jangan-jangan………. Aaaahhhh! Aku lupa! Aku sedang
menchargenya tadi!
“Mianhe, Hyung. Hpku tertinggal di kamar?” Pantas saja tidak terdengar dering HP daritadi.
“Mwo? Yasudah tidak apa-apa.”

Liliyana POV
“Ci! Buka dong pintunya! Gue mau masuk nih! Lo kenapa sih ci? Ngurung diri di kamar gitu?”
“Duh Greys, lo berisik banget! Diem dulu gue lagi mikir!”
Ya. Daritadi aku mengunci diri di kamar. Alhasil Greys nungguin daritadi di Loby lantai tempat kami
menginap. Aku stress memikirkan Yong Dae. Kenapa SMSku tidak dibalas? Padahal folder sent message
di Hpku sudah penuh oleh ‘My Prince’ tapi tetap saja tidak ada balasan. Aku kesal. Bahkan aku sudah
melempar Hpku entah kemana.
Drrtt… Drrrtt…
Yong Dae! HP! HP! Ini dia! Ah… Hendra… Hendra?! God aku lupa kalau ada janji sama Hendra.
From: Hendra
Li,  inget kan sama janji kita? Udah mau jam 8, aku nunggu di Lobby hotel ya.
To: Hendra
Iya Iya… tunggu sebentar.
Belum siap-siap lagi…. Duh!! Gara-gara mikirin Yong Dae jadi kaya gini……..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
“Greys! Lo ngapain di depan pintu?” Aku kaget ada Greys duduk selonjoran di depan pintu kamar disaat
aku membuka pintu.
“Gue cape ci bolak-balik Lobby-kamar Lobby-kamar dan Lo belum ngebuka pintu juga. Yaudah gue
nungguin di sini aja.”
“Sorry.. Sorry.. Yaudah sekarang lo bisa masu dan gue mau pergi dulu.. Bye..”
“Mau kemana Lo ci? Buru-buru amat?”
Aku menghiraukan teriakannya karena jam tanganku sudah menunjukkan pukul 8 malam.


Yong Dae POV
Segarnya sudah mandi. Ah sepertinya Hpku sudah full Battery. Baik ayo kita nyalakan. Mwo?! Liliyana
mengirim SMS padaku? Banyak sekali! Tapi ini sudah sejam yang lalu. Argghh!! Pabo! Kenapa aku tidak
menyalakan HP daritadi. Pasti ia sangat marah aku tidak membalas SMSnya.
To: My Princess
Chagi Mianhe.. Jeongmal mianhe.. Hpku lowbat jadi aku menchargenya. Dan aku baru membukanya tadi. Maaf membuatmu khawatir. Bagaimana kalau malam ini kita bertemu di tempat biasa?
Semoga ia tidak marah kepadaku.

 Author POV
“Hen!” “Sorry banget. Udah nunggu lama ya?”
“Ngga ko, santai aja. Yuk!”
Mereka pergi mencari oleh-oleh seperti apa yang direncanakan Hendra sebelumnya. Setelahnya,
mereka makan di Nero Caffe. Hendra sengaja memilih tempat yang asik buat mengobrol. Karena
tujuan utamanya adalah mengobrol berdua dengan Liliyana. Sama seperti sebelumnya, mereka makan
sambil sesekali mengobrol dan bercanda. Hanya saja kali ini tanpa sesi wawancara.
“Li, aku boleh nanya sesuatu ga?
“Tanya aja lagi selagi aku bisa jawab.”
“Kamu udah punya pacar?” Liliyana tersedak mendengar pertanyaan Hendra.
“Nih nih nih minum dulu.” “Bukan maksud apa-apa, Li. Cuma sekedar nanya aja.”
Mati. Gimana jawabnya nih? Ga ada yang tau selain Greys dkk  kalau gue pacaran sama Yong Dae. Dan
kalau orang kaya Hendra tau, bahaya!’ Gurau Liliyana dalam hati. “Mmm.. be-lum kok! Iya belum.”

Hendra POV
“Li, aku boleh nanya sesuatu ga?
“Tanya aja lagi selagi aku bisa jawab.” Jawabnya.
“Kamu udah punya pacar?”  Ia langsung tersedak saat aku menanyakannya. Aku tau ia sangat kaget.
“Nih nih nih minum dulu.” “Bukan maksud apa-apa, Li. Cuma sekedar nanya aja.”
“Mmm.. be-lum kok! Iya belum.” Aku tau kau berbohong Liliyana.

…………………………………………………………………………………………………………………………………………
Kami sudah selesai makan. Sekarang kami sedang menelusuri jalan untuk kembali ke hotel. Jalanan di
sini cukup indah. Dan aku sudah ditemani orang yang tepat. Hanya menurutku. Tapi cukup sepi di sini.
Tak tahu dari mana datangnya tiba-tiba seseorang berlari dan menabrak Liliyana sampai jatuh dan ia
mengambil HP Yana.
*Ceritanya dalam bahasa Inggris*
“Hei pencuri! Jangan lari kau!” Apa-apaan ini? “Li, kamu ga apa-apa.”
“Ga apa-apa ko, Hen.” Meskipun begitu ia terus memegangi tangan kirinya.
“Ayo aku bantu diri.” “Li, kamu tunggu sini ya. Aku bakalan ngejar dan ngasih pelajaran sama pencuri
itu.”
“Hen! Hen!” Aku menghiraukan teriakan Liliyana. Aku terus berlari mengejar pencuri itu. Ia berlari ke
arah gang sempit.Gelap sekali.  Buntu! Bagus! Aku bisa menghabisinya!
“Hei! kau mau cari mati? Cepat kembalikan HP itu!”
“Hah! Bukankah harusnya aku yang bilang begitu? Berani sekali kau ke sini seorang diri.”
Aku sudah tidak tahan. Akupun menyerangnya. Aku menunju kepalanya. Ia mencoba membalas, tapi
gagal. Lalu aku tinju lagi mukanya dan aku tendang perutnya. Dia tumbang. Aku mengambil HP Liliyana.
Aku membuka masker yang dipakainya. Tidak bisa dipercaya.
“Kau? Apa yang kau lakukan ?

(To Be Continued)

1 komentar: