Prolog
Di setiap langkah, engkau akan
menemukan beribu kisah baru. Senang, sedih, tawa, duka, amarah yang menguras
tenagamu hingga satu rasa yang dapat mengubah semua hal secara ajaib yang
disebut, cinta. Kata singkat yang mudah diucapkan menurutku, tapi.. tidak
semudah mengucapkannya untuk bisa merasakannya hingga menunjukkannya terhadap
yang lain. Cinta, bukan berarti kata ini selalu identik terhadap
lawan jenis, cinta bisa kita berikan kepada teman atau sahabat, seseorang yang
bukan termasuk keluarga kita dan… Ah sulit menemukan kata-kata yang tepat untuk
mendeskripsikan mereka. Cinta juga bisa kita berikan kepada orang di sekitar
kita yang mungkin hanya menyapa “Selamat pagi” atau “Mau kemana neng?”, akan
tetapi, kalimat-kaliamat kecil yang dibubuhkan dengan senyuman iklhlas itu bisa
mengubah wajah cemberutmu menjadi tersenyum kembali walaupun terpaksa karena
merasa tidak enak jika tidak membalasnya. Cinta terhadap orangtua, yang ini
sudah pasti. Mereka itu lebih berharga dari semua yang ada di alam ini. Mungkin
banyak yang bilang kalimat itu pasaran atau berkata “kami tau itu”, akan
tetapi, aku yakin banyak orang yang belum menyadari makna dibalik kalimat itu.
Aku pun mengaku awalnya aku beranggapan seperti kalian; setiap anak pasti akan
berkata seperti tadi. Tapi alur dan konflik-konflik di kehidupan ini mulai
menyadarkanku akan makna dari kalimat itu.
Baiklah tidak akan ada habisnya kalau
aku membahas mengenai cinta terhadap orangtua. Selanjutnya cinta terhadap hal
yang kita cintai. Mmmm… kalian pasti pernah menyukai suatu hal, orang, sampe
barang kan?. Malah biasanya disebut bahkan ngaku-ngaku fanatik. Aku juga
pernah. Menyukai suatu hal yang… apa yah?
Bisa dibilang aku suka banget sampe ke detil-detilnya deh!. Bahkan
kecintaanku terhadap hal ini membawaku kepada kehidupanku sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar