Rabu, 25 April 2012

Prolog of my story


Prolog

Di setiap langkah, engkau akan menemukan beribu kisah baru. Senang, sedih, tawa, duka, amarah yang menguras tenagamu hingga satu rasa yang dapat mengubah semua hal secara ajaib yang disebut, cinta. Kata singkat yang mudah diucapkan menurutku, tapi.. tidak semudah mengucapkannya untuk bisa merasakannya hingga menunjukkannya terhadap yang lain. Cinta, bukan berarti kata ini selalu identik terhadap lawan jenis, cinta bisa kita berikan kepada teman atau sahabat, seseorang yang bukan termasuk keluarga kita dan… Ah sulit menemukan kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikan mereka. Cinta juga bisa kita berikan kepada orang di sekitar kita yang mungkin hanya menyapa “Selamat pagi” atau “Mau kemana neng?”, akan tetapi, kalimat-kaliamat kecil yang dibubuhkan dengan senyuman iklhlas itu bisa mengubah wajah cemberutmu menjadi tersenyum kembali walaupun terpaksa karena merasa tidak enak jika tidak membalasnya. Cinta terhadap orangtua, yang ini sudah pasti. Mereka itu lebih berharga dari semua yang ada di alam ini. Mungkin banyak yang bilang kalimat itu pasaran atau berkata “kami tau itu”, akan tetapi, aku yakin banyak orang yang belum menyadari makna dibalik kalimat itu. Aku pun mengaku awalnya aku beranggapan seperti kalian; setiap anak pasti akan berkata seperti tadi. Tapi alur dan konflik-konflik di kehidupan ini mulai menyadarkanku akan makna dari kalimat itu.
Baiklah tidak akan ada habisnya kalau aku membahas mengenai cinta terhadap orangtua. Selanjutnya cinta terhadap hal yang kita cintai. Mmmm… kalian pasti pernah menyukai suatu hal, orang, sampe barang kan?. Malah biasanya disebut bahkan ngaku-ngaku fanatik. Aku juga pernah. Menyukai suatu hal yang… apa yah?  Bisa dibilang aku suka banget sampe ke detil-detilnya deh!. Bahkan kecintaanku terhadap hal ini membawaku kepada kehidupanku sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar