Jumat, 04 Mei 2012

Next Story



Bittersweet of Dandelion's




GOR Veteran

“Nih! Yang kamu pesen ga ada. Jadi aku beliin ini aja deh. Ga apa-apa kan?” Sekar memberikan minuman isotonik itu kepadaku. “Yah ga ada yang lain apa? Lagi pengen yang seger-seger nih.”
 Aku menerima minuman itu sambil mengeluh. Aku sudah bosan dengan minuman isotonik yang hampir setiap selesai latihan aku minum. Tapi apa daya, karena memang aku sedang haus, aku langsung saja meminumnya hingga habis setengahnya.
“Yeeee.. Tadi ngeluh! Eh taunya…”, “namanya juga orang haus Kar, mau gimana lagi? Yang penting minum. Ga ikhlas nih? Yaudah aku keluarin lagi deh.. Hue…” ” Eh jangan-jangan! Ikhlas lah. Yah aku lagi deh kena” ia menjawab sambil memasang tampang betenya yang berhasil membuat aku tertawa terbahak-bahak, “Hahhahahahhhhaaa… Masa digituin aja keok? Hahaha”, ”Puas ketawanya? Udah ah! Liat tuh udah jam berapa? Mau dihukum Bang Rendi lagi?”
Aku takut kejadian seperti hari kamis kemarin terulang lagi. Hanya gara-gara aku dan Sekar terlambat latihan kedua dan itu hanya 15 menit saja,  Bang Rendi menghukum kami untuk membersihkan GOR yang kami pakai. Apakah itu tidak terlalu kejam? Wong kita telat juga gara-gara abis numpang nonton di pos ronda yang jaraknya kuranglebih 10 meter dari GOR, sepatu aku diumpetin sama anak kecil bandel yang suka ada di warung bubur depan GOR! Aku sama Sekar udah nyari ke warung bubur –dan kebetulan anaknya ga ada!-, balik lagi ke pos ronda, ke pos ojek, ngubek-ngubek tempat sampah – kaya apa coba ngubek-ngubek tempat sampah pake jersey plus celana adidas kw 5-. Kami kembali ke pos ronda, ngaso dulu bentar sambil kipas-kipas. Dan… Ternyata! Pas lagi kipas-kipas sambil liat-liat pohon jambu sebelah pos ronda, sepatu dengan indahnya menggantung di ranting pohon. Aku langsung naik dan mengambil sepatuku. Dan itu semua membuat kami telat, alhasil kami dimarahi Bang Rendi.
“Woi! Bengong  aja. Ayo ke GOR. Lima menit lagi latihan mulai nih! Sekarang kan hari Jumat, jadi latihannya mulai lebih cepat” Sekar menepukkan tangannya di depan mukaku. “Iya iya. Yuk ah! Jangan lama-lama. Nanti kena marah lagi”. Kami pun berlari ke GOR sembari membawa minuman kami yang belum habis. (To Be continue)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar