Bittersweet of Dandelion's
GOR Veteran
“Nih! Yang kamu pesen ga ada. Jadi aku
beliin ini aja deh. Ga apa-apa kan?” Sekar memberikan minuman isotonik itu
kepadaku. “Yah ga ada yang lain apa? Lagi pengen yang seger-seger nih.”
Aku menerima minuman itu sambil mengeluh. Aku
sudah bosan dengan minuman isotonik yang hampir setiap selesai latihan aku
minum. Tapi apa daya, karena memang aku sedang haus, aku langsung saja
meminumnya hingga habis setengahnya.
“Yeeee.. Tadi ngeluh! Eh taunya…”,
“namanya juga orang haus Kar, mau gimana lagi? Yang penting minum. Ga ikhlas
nih? Yaudah aku keluarin lagi deh.. Hue…” ” Eh jangan-jangan! Ikhlas lah. Yah
aku lagi deh kena” ia menjawab sambil memasang tampang betenya yang berhasil
membuat aku tertawa terbahak-bahak, “Hahhahahahhhhaaa… Masa digituin aja keok?
Hahaha”, ”Puas ketawanya? Udah ah! Liat tuh udah jam berapa? Mau dihukum Bang
Rendi lagi?”
Aku takut kejadian seperti hari kamis kemarin
terulang lagi. Hanya gara-gara aku dan Sekar terlambat latihan kedua dan itu
hanya 15 menit saja, Bang Rendi
menghukum kami untuk membersihkan GOR yang kami pakai. Apakah itu tidak terlalu
kejam? Wong kita telat juga gara-gara
abis numpang nonton di pos ronda yang jaraknya kuranglebih 10 meter dari GOR,
sepatu aku diumpetin sama anak kecil bandel yang suka ada di warung bubur depan
GOR! Aku sama Sekar udah nyari ke warung bubur –dan kebetulan anaknya ga ada!-,
balik lagi ke pos ronda, ke pos ojek, ngubek-ngubek tempat sampah – kaya apa
coba ngubek-ngubek tempat sampah pake jersey plus celana adidas kw 5-. Kami
kembali ke pos ronda, ngaso dulu
bentar sambil kipas-kipas. Dan… Ternyata! Pas lagi kipas-kipas sambil liat-liat
pohon jambu sebelah pos ronda, sepatu dengan indahnya menggantung di ranting
pohon. Aku langsung naik dan mengambil sepatuku. Dan itu semua membuat kami
telat, alhasil kami dimarahi Bang Rendi.
“Woi! Bengong aja. Ayo ke GOR. Lima menit lagi latihan
mulai nih! Sekarang kan hari Jumat, jadi latihannya mulai lebih cepat” Sekar menepukkan
tangannya di depan mukaku. “Iya iya. Yuk ah! Jangan lama-lama. Nanti kena marah
lagi”. Kami pun berlari ke GOR sembari membawa minuman kami yang belum habis. (To Be continue)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar