Cast: Lee Yereum, Kris, Chanyeol, other EXO member
Genre: sad, romance
I don’t wanna let you go, I
don’t wanna let you go
Sewolee jinado byeonhaji anhneun mam
Ajikdo neon nae yeoja nae sarangiran geol beoriji mothaneun nareul
Niga bondamyeon eolmana ooseu ulkka
I don’t wanna let you go, I don’t wanna let you go
Ajik gipeun gose byeonhaji anhneun mam
Dareun sarami yeojaga dwibeorin naega ireon maeumeul jatgo itneun geol
Andamyeon eolmana ooseu ulkka MY LOVE
Sewolee jinado byeonhaji anhneun mam
Ajikdo neon nae yeoja nae sarangiran geol beoriji mothaneun nareul
Niga bondamyeon eolmana ooseu ulkka
I don’t wanna let you go, I don’t wanna let you go
Ajik gipeun gose byeonhaji anhneun mam
Dareun sarami yeojaga dwibeorin naega ireon maeumeul jatgo itneun geol
Andamyeon eolmana ooseu ulkka MY LOVE
Rain ft Lim Jong Hee -
Cassiopeia
“Mengapa kau harus mengajakku ke sini? Kau bisa
mengajak yang lain kan?”
“Ayolah hyung. Lagipula kau satu-satunya yang
kutemukan dalam keadaan memungkinkan untuk diajak ke tempat ini di dorm.”
“Aishh!! Mengapa aku tidak bisa terpisah darimu
sehari saja.. “
“Ya Hyung! Eodiga?! Semua barang ini aku yang bawa? Jinja..”
Jam berapa ini? Mengapa mata pelajaran ini lama
sekali? Aku tidak boleh telat datang ke sana. Aku tidak ingin membuat Oppa
menungguku.
“Yereum-ah! Apa kau tidak mendengarkan?”
“Ah, ne.. Seonsaengnim.. Jeosonghamnida..”
Sebenarnya aku tidak merasa dirugikan karena diajak
Chanyeol ke kampung halamannya di Busan. Pemandangan di sini indah sekali untuk
melepas penat di kepala. Untuk saat ini, aku akan menjadi Wu Yifan.. Aku ingin
terlepas dari jadwal EXO yang sangat padat..
Tapi ada satu hal yang membuatku sadar bahwa
semestinya aku harus berpikir dua kali jika diajak olehnya..
“Kris Hyung! Lihatlah! Indah sekali bukan? Huwaaaaa…
Yeppeuda! Bahkan setelah dua tahun pemandangannya tetap sama..”
“Hyung buka jendelamu dan rasakan udara segar Busan~
Wohoo”
“Hyung..”
“Shikkeuro..”
“A-ah.. aku kan hanya terlalu gembira karena pada
akhirnya bisa kembali ke Busan”
“Tapi tidak harus seribut itu kan? Jangan seperti
anak kecil.”
Berada di samping Chanyeol membuat penat di kepalaku
bertambah.. bahkan dia tidak bisa membiarkan aku tidur walaupun hanya lima
menit saja.
“Sampai! Kris Hyung kita sudah sampai..”
“Baiklah segera keluar dari mobil dan bawa
barang-barangku. Karena perbuatanmu aku tidak bisa tidur selama diperjalanan
tadi..”
“Y-ya hyung..” Brakk!
“Aku lagi yang membawa semua barang ini? Memangnya
aku berbuat apa tadi? Hyung Miwoyo.. ck”
Pukul 2.30 tepat. 30 menit lagi selesai dan aku
segera pergi ke taman hiburan. Semoga aku tidak telat. Aku harus berpakaian
yang rapi dan cantik agar Oppa terkesima saat melihatku..
“Yereum-ah.. mengapa kau tersenyum seperti itu? Kau
membuatku merinding..”
“Ya! Keure, Ye jin-ah.. hari ini kau sedang tidak
sibuk kan?”
“Wae? Kau ingin aku menggantikan piketmu lagi?”
“Ah.. ne..”
“Baiklah.. memangnya kau mau ke mana?”
“Ke taman hiburan..”
“Lagi?!
Yereum-ah tidakkah kau bisa menerima kenyataan bahwa…”
“Gomawoyo Ye Jin-an… sampai ketemu besok..
Annyeong..”
“Ya Lee Yereum!”
Kringgg
“Anak itu.. aku mulai khawatir dengannya..”
Jam 3.00 tepat. Hmm.. untung aku tidak telat. Hari
ini aku memakai dress berwarna peach selutut tanpa lengan dengan heels warna
senada. Aku pun memakai bandana yang diberikan Oppa saat kami pertama kali
datang ke taman ini. Jantungku selalu berdebar saat aku menunggu Oppa di sini,
di bangku taman hiburan yang letaknya merupakan letak favorit kami. Di bawah
pohon maple dan tepat di depan toko kesukaanku, toko teddy bear. Aku senang
melihat teddy bear teddy bear lucu dari toko tersebut. Hampir setiap minggunya
mereka memiliki koleksi terbaru. Dan aku selalu berharap bahwa salah satu dari
mereka akan kumiliki melalui pemberian dari Oppa.
“Oppa.. eodiga? Kau lama sekali..tch”
Baiklah aku mulai bosan. Sebaiknya aku berkeliling
sambil menunggu oppa datang. Banyak hal menarik di sini. Andai Oppa bersamaku,
pasti kami akan bersenang-senang..
“Noona..”
“Y-ye? Kau memanggilku?”
“Ne! Noona cantik maukah kau menemaniku? Aku punya
dua permen, apakah Noona mau?”
Neomu Kyoepta… aku tidak tega menolak permintaannya.
Tapi, di mana ibunya? Mengapa ia sendirian?
“Baiklah Noona akan menemanimu.”
“Gamsahamnida Noona~ Ini kuberi permen ini sebagai
hadiah karena kau mau menemaniku..”
“Gomawo.. Keundae, mengapa kau sendirian di sini?”
“Ibuku sedang ke toilet untuk mengganti popok
adikku. Noona sendiri, mengapa kau berjalan sendirian di taman ini? Apa kau
menunggu seseorang juga?”
“A-ah.. Ne. Aku juga sedang menunggu seseorang..
Tapi ia belum datang..”
“Jun-ah!”
“Eoh.. Eoma! Noona eommaku sudah datang. Terima kasih
sudah menemaniku. Anyyeong~”
Aku melambaikan tangan saat dia pergi ke pelukan
ibunya. Huuhh.. Oppa, kapan kau akan datang? Aku lelah menunggumu di sini..
“Chanyeol-ah.. cepat kemari dan bantu eomma
merapihkan meja dan menyiapkan makanan..”
“Ne Eomma! Hyung ayo kita turun.. Eomma sudah
menyiapkan makanan..”
“Arasseo..”
“Kris apa kau tidak berniat untuk jalan-jalan?
Lingkungan di sini sangat indah dan mungkin kau akan senang jika berkeliling
walaupun hanya sebentar..”
“Ne Eommoni.. aku pun berniat untuk keluar setelah
makan..”
“Hyung aku..”
“No! Maksudku.. Aku sedang ingin berjalan dan
mencari angina sendirian.. Aku ingin merasakan udara di Busan sendirian..”
“Ne Chanyeol-ah.. biar temanmu pergi sendirian..
sepertinya ini kali pertamanya datang ke sini..”
“Ne Eomma~”
Syukurlah.. Eommoni, aku berhutang sangat besar
kepadamu. Karena kau, anak kesayanganmu yang sayangnya menyebalkan itu tidak
akan menggangguku walaupun hanya sesaat saja.
Angin di sini sangat sejuk. Sepertinya hidup di sini
menyenangkan. Kau tidak perlu khawatir tentang bagaimana kau harus datang tepat
waktu di studio, kau harus melakukan rekaman atau syitung video klip, kau tidak
perlu menghadapi fans-fans yang terkadang berlebihan. Aku harus melakukan
banyak hal yang menyenangkan di sini. Apakah itu taman bermain? Untuk apa aku
ke sana? Tapi, siapa yang peduli? Wu Yifan ayo kita pergi ke sana..
Mengapa tidak banyak orang? Mungkin karena ini bukan
akhir pekan. Tidak buruk.
Tes..tess..
Hujan? God.. tidak ada tempat berteduh. Ah itu dia.
Mwo?! Hujan? Aishh.. mengapa harus hujan? Eottoke?
Tempat berteduh. Eodi eodi eodi? Di sana! Ayo Lee Yereum cepatlah.. Sebelum
dirimu basah kuyup.
No One POV
Wu yifan sedikit berlari untuk berteduh dari hujan.
Tanpa disadari, dari arah lain, Yereum berlari ke arah tempat tersebut. Mereka
berdua sampai di tempat tersebut dalam waktu yang bersamaan. Sayangnya tempat
tersebut cukup kecil untuk dua orang.
“Ya.. Aku yang duluan ke tempat ini.”
“Jelas-jelas aku yang duluan ke sini.”
“Neo! Kau seharusnya mengalah kepada seorang
wanita..”
“Busun surya? Aku bahkan tidak kenal denganmu. Untuk
apa aku peduli dengan yeoja asing sepertimu. Kayo.”
“Aishh jinja.. Ppaliwa.. cepat pergi dari sini
sebelum..”
Tesss.. Tess.. Ssssss…
“Aish hujannya semakin besar.. Aku tidak mau bajuku
basah..”
“Yeoja ini.. Sini..”
“Wah.. mau apa kau?!”
“Shikkero..”
Wu Yifan menarik Yereum dan menghadapkan kea rah
yang belawanan dengannya. Sehingga mereka saling membelakangi satu sama lain
agar mereka berdua dapat berteduh di tempat itu.
“Kenapa kau tidak mengalah dan pergi saja sih? Aku
tidak perlu berteduh seperti ini..”
“Kenapa kau tidak diam saja? Seharusnya kau
berterima kasih karena aku, kau tidak basah kuyup..”
“Keundae… Lupakan.”
“Oppa.. Seharusnya di saat seperti ini, kau datang
dan memayungiku agar tidak kehujanan. Tapi bahkan kau tidak menunjukkan wajahmu
sama sekali..”
“Kau sedang menunggu pacarmu?”
“Bukan urusanmu.”
“Kenapa? Pacarmu tidak datang-datang? Jangan-jangan
dia pergi dengan wanita la..”
“Ya! Sudah kubilang bukan urusanmu! Jangan
berani-brani berbicara yang buruk mengenai Oppaku! Neo.. “
Yereum pergi begitu saja menerjang hujan deras yang
sedang turun tanpa memedulikan ekspresi Kris yang sedikit kaget dan tidak
percaya. Bahkan dengan sedikit mengejek.
“Tch.. Pantas saja pacarmu tidak datang-datang..”
To Be Continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar